CILACAP – Lato-lato ternyata menjadi permainan favorit sejumlah pejabat di Kabupaten Cilacap. Mereka mengaku sangat menggemari permainan ini saat mereka masih kecil. Meski saat ini mereka sekarang sudah tidak bisa memainkannya seperti dulu.
Lato-lato sempat menjadi permainan favorit masyarakat di akhir era 70-an. Hampir tiap hari selalu ada anak atau warga yang memainkannya. Hingga lato-lato seperti menghilang pada era 80-an.
Dulu lato-lato ada yang berbahan kayu. Atau dari plastik seperti yang ada sekarang ini dan sangat digemari masyarakat.
Warga yang tumbuh di era akhir 70-an, tentu sekarang sudah dewasa. Bahkan sebagian sudah menjadi pejabat dan punya pengalaman dengan lato-lato sebagai permainan favorit masa kecil.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono mengaku pernah sangat lihai memainkan lato-lato. Dia menjadi salah satu pejabat yang mengaku lato-lato sempat menjadi permainan favorit semasa kecil.
“Dulu waktu kecil saya sering main lato-lato. Tapi kemarin sempat coba tapi sudah tidak bisa,” katanya.
Menurutnya, lato-lato menjadi salah satu permainan anak yang biasa dia mainkan. Selain itu juga ada gasing, globak sodor dan lainnya yang sering dia mainkan. Baik sendiri maupun bersama teman sepantaran.
“Tiap jam istirahat, baju (seragam sekolah) basah karena main,” katanya.
Pejabat lain yang mengaku lato-lato sebagai permainan favorit adalah Direktur RSUD Majenang, dr Reza Prima Muharama. Dia mengaku lato-lato yang dia mainkan dulu sedikit berbeda dari yang ada sekarang.
“Lato-lato dulu dari kayu. Tapi suaranya sama seperti sekarang,” katanya.
Dia mengatakan, lato-lato sekarang ini menjadi lebih menarik setelah viral di berbagai media.
“Sebenarnya dari dulu sudah ada kan,” tegasnya. (*)






