JAKARTA – Timnas U23 memperlihatkan keunggulan usai bantai Brunei Darussalam dengan skor sangat menyakinkan. Muhammad Ferarri cs mampu melesakan 8 gol tanpa balas.
Kekuatan Timnas U23 memang sangat dominan saat bantai Brunei. Ini terlihat dari statistik pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 85 persen. Di babak pertama saja, Timnas Indonesia sudah melesakan 7 gol ke gawang Brunei Darussalam yang dijaga oleh Muhammad Kahirul Hisyam.
Laga ini menorehkan double hattrick dari Jens Raven. 6 gol ini membuatnya menjadi pemain paling bersinar di laga lawan Brunei Darussalam. Deretan gol Raven tercipta di menit ke-2, 9, 31, 33, 41, dan 62. Dua gol lainnya dari Arkhan Fikri (20′) dan Rayhan Hannan (35′).
Merasa lawan sudah tidak mampu mengejar gol, pelatih Gerald Vanenburg memasukan seluruh jatah pergantian pemain di awal babak ke dua.
Pemain di bench yakni Firman Juliansyah, Yardan Yafi, dan Frengky Missa, dan Althaf Indie masuk bersamaan. Sementara, Rayhan Hannan, Dony Tri Pamungkas, Rahmat Arjuna dan Arkhan Fikri keluar.
Pergantian ini, tidak mengendorkan serangan pemain Timnas U23 yang sudah berhasil bantai Brunei Darussalam. Terbukti, pemain mampu menciptakan peluang hanya 2 menit setelah babak kedua berjalan. Sayang, peluang ini masih berhasil dihalau pemain Brunei Darussalam. Baru pada menit 62, Jens Raven kembali merobek gawan Brunei dengan tendangan looping.
Buntut pergantain di awal babak kedua, hampir saja memakan korban. Gerald Vanenburg tidak bisa memasukan pemain baru, saat Jens Raven mengalami kram. Dia tetap berada di lapangan dan nyaris tidak pernah berlari di sisa waktu.
Beruntung, pemain Brunei Darussalam juga sudah mengalami keletihan hingga tidak bisa memanfaatkan kondisi ini. Mereka juga tidak mampu mencetak gol, meski sudah melakukan pergantian pemain.
Alhasil, Timnas U23 berhasil bantai Brunei dengan skor 8-0. Sampai wasit meniup peluit panjang, keunggualan tidak berubah dan memastikan Timnas U23 memetik 3 angka. (*)






