News  

Ledakan Petasan di Situbondo Hancurkan Rumah, 1 Orang Meninggal

Petugas Brimob berjaga di lokasi ledakan petasan di Kabupaten Situbondo, Kamis (19/2/2026). Ledakan petasan di Situbondo ini membuat sejumlah rumah rusak parah dan 1 orang meninggal dunia. (doc/polres situbondo)

SITUBONDO – Ledakan hebat akibat petasan mengguncang Desa Sumber Anyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Kamis siang (19/2/2026). Insiden ini berasal dari pembuatan petasan dan menyebabkan rumah hancur kena petasan dan menewaskan satu orang.

Rumah yang hancur kena ledakan petasan di Situbondo itu milik Umi Kulsum (60). Bangunan ini nyaris rata dengan tanah. Enam rumah di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan, mulai dari tembok retak hingga teras yang ambruk.

Warga menyebut ledakan terjadi saat Samsul (22), meracik petasan di dalam rumah. Dia merupakan keponakan Umi Kulsum. Ledakan besar langsung mengguncang permukiman dan melukai sejumlah orang di sekitar lokasi.

“Samsul dan Umi Kulsum mengalami luka bakar. Sementara Rico, Abdur Rahman, Faiz, dan Fino yang berada tidak jauh dari lokasi juga terluka,” ujar salah satu seorang warga setempat.

Peristiwa itu juga menewaskan Supriyadi (54), tetangga korban yang saat kejadian sedang memperbaiki tembok rumahnya. Reruntuhan bangunan menimpa korban hingga meninggal dunia di lokasi.

Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan sejumlah petasan dalam berbagai ukuran sebagai barang bukti.

Kapolres Situbondo Bayu Anuwar Sidiqie menyatakan pihaknya akan memanggil tim penjinak bom dari Gegana Brimob Bondowoso. Tim ini untuk memastikan area ledakan benar-benar terbebas dari sumber ledakan.

“Insiden ini sangat menyedihkan. Satu korban meninggal dunia dan enam lainnya masih menjalani perawatan intensif. Lima korban dirawat di RSUD Asembagus, dan satu korban luka bakar parah dirujuk ke RSUD dr. Subandi Jember,” ujar Bayu.

Pasca tragedi itu, petugas Polres Situbondo berjaga di lokasi ledakan dari petasan yang membuat rumah hancur tersebut. Selain itu, petugas juga terus melakukan pemeriksaan dengan mengumpulkan keterangan dan bukti terkait lainnya. (*)