JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD sebut kalau pihak yang bangun pagar laut di pesisir Tangerang adalah preman. Hingga dia menilai, negara ini sudah tidak punya martabat sama sekali karena sudah dipermainkan oleh preman.
Semua ini dia sampaikan di podcast di kanal youtube Mahfud MD Official. Secara tegas dia mengatakan, preman sudah mempermainkan institusi bernama negara dengan bangun pagar laut.
“Malu lho kita. Masa, negara (bisa) dikerjain preman,” katanya.
Mahfud MD menyebut, para preman ini menjadi aktor utama dan bangun pagar laut di pesisir Tangerang. Karena hanya para preman ini yang punya dana untuk memagari laut. Sementara pembangunan ini membutuhkan dana besar. Hingga tidak mungkin, para pekerja melakukan tanpa ada bayaran sepeserpun.
“Negara ini berdaulat, punya kedaulatan hukum dan punya martabat. Kalo gitu kan tidak bertmartabat. Setingkat negara dimain-mainkan oleh preman. Preman yang membayar orang-orang. Asumsinya gitu,” terangnya.
“Nda mungkinlah orang-orang melakukan itu tanpa uang, kan gitu. Dan yang menyediakan uang itu kan preman,” kata dia.
Dia memastikan, aparat dan pemerintah sudah tahu sejak mulai pemagaran laut tersebut. Mulai dari pemerintah di daerah bersama aparat setempat. Demikian juga dengan aparat di pusat dan lembaga negara lainnya. Bahkan dia menyebut, Bakamla punya alat khusus yang bisa memonitor laut di seluruh Indonesia.
“Pernah saya nyoba alatnya. Dari Jakarta bisa lihat Laut Papua, Laut Natuna. Bakamla punya alatnya. Pasti polisi punya alat yang lebih canggih lagi, karena polisi lebih lama tangani laut,” terangnya.
Hingga baginya, tidak masuk akal saat pemerintah tidak ada yang tahu terkait pemagaran laut ini sejak awal.
“Nda masuk akal sama sekali kalau pemerintah tidak tahu,” tegasnya. (*)






