CILACAP – Sejumlah member WPONE di Cilacap, kabarnya sudah bersiap untuk laporkan leader ke penyidik Polisi. Ini menjadi langkah terakhir karena member sudah mengalami kerugian.
Aplikasi WPONE sudah terkunci dan membuat member tidak bisa top up apalagi menarik dana. Hingga semua member kehilangan uang mereka dengan jumlah bervariasi. Bisa dipastikan, mereka mengalami kerugian besar.
Mereka sudah bersabar sejak beberapa pekan terakhir. Sesekali menunggu kabar terbaru dari para mentor atau sesama member. Namun tidak pernah ada kabar baik hingga muncul pemberitahuan melalui pesan singkat. Isinya berupa pesan dari admin yang meminta memberi mengikhlaskan dana karena sudah tidak bisa melakukan transaksi.
Informasi member WPONE yang akan laporkan leader ke polisi, beredar melalui pesan berantai. Isinya meminta dukungan dari para member lainnya, untuk segera lapor bersama-sama ke Polsek Majenang, Cilacap.
“Sedulur senasib kita nanti jam 2 kumpul dulu depan Indomaret kantor Polisi sudah ngumpul semua kita masuk bareng2,” demikian bunyi pesan berantai tersebut.
Jika ini laporan ini masuk, maka bisa dipastikan leader harus menjalani proses hukum. Dengan member WPONE laporkan leader ke polisi, membuatnya harus berhadapan dengan penyidik.
Sementara itu, Leader WPONE di Cilacap, sudah menghilang dan meninggalkan rumahnya sejak Senin (17/3/2025) malam. Dan ternyata leader tersebut berstatus Kepala Desa (Kades) Cigintung Kecamatan Wanareja. Warga kini terus berusaha mencari keberadaannya meski belum ada yang sempat melihatnya sejak Senin malam.
Aplikasi WPONE di Cilacap tersebar di sejumlah kecamatan. Korban paling banyak berada di Kecamatan Wanareja dan Majenang. Sebagian kecil berasal dari kecamatan lain. Para member atau mentor bahkan berlatar belakang ASN, perangkat desa sampai dengan pejabat tertentu. (*)






