religi  

Menjadi Muslim Produktif, Mengelola Waktu Sebagai Amanah

ilustrasi


JAKARTA – Kita memuji Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang telah Dia berikan. Nikmat ini memungkinkan kita datang ke masjid dan menunaikan shalat Jumat. Kita sebagai hamba wajib menggunakan nikmat itu untuk taat kepada syariat-Nya. Salah satunya adalah dengan mengelola waktu sebagai amanah. Mari kita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan seluruh umatnya hingga hari kiamat.


Banyak orang tidak menyadari bahwa Allah menganugerahkan waktu sebagai salah satu nikmat terbesar. Padahal waktu terus berjalan dan tidak bisa kita ulangi. Kita sebagai umat Islam harus mengelola waktu sebagai amanah dari Allah. Sayangnya, banyak manusia menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.


Allah SWT telah memperingatkan manusia melalui surat Al-Ashr bahwa mayoritas manusia berada dalam kerugian. Ayat ini menunjukkan pentingnya mengelola waktu sebagai amanah yang tidak boleh kita abaikan. Hanya orang-orang yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran yang selamat dari kerugian.


Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa manusia bisa tertipu oleh dunia karena gagal mengelola waktu sebagai amanah. Banyak orang menghabiskan usia dalam kemaksiatan dan lalai beramal hingga ajal menjemput. Maka, kita harus menggunakan waktu untuk hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah sejak dini.

Mengelola Waktu Sebagai Amanah


Syekh Nawawi juga menyebut orang yang beriman dan beramal saleh sebagai mereka yang beruntung. Mereka menukar waktu dengan amal baik dan tidak merugi dalam “transaksi” dengan Allah. Kita harus meneladani mereka dan mengelola waktu sebagai amanah untuk menimba ilmu, bekerja, beribadah, serta bersabar dalam menghadapi ujian.


Islam tidak hanya menyuruh kita beribadah, tetapi juga mendorong kita menjadi pribadi yang produktif. Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana cara beliau memanfaatkan waktu dengan kegiatan bermanfaat. Kita harus mengikuti beliau dengan mengelola waktu sebagai amanah dan meninggalkan hal-hal yang sia-sia.


Rasulullah SAW juga bersabda bahwa salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. Kita dapat menerapkan hadits ini dengan menyaring aktivitas harian. Kita perlu mengelola waktu sebagai amanah dengan hanya mengisi hari dengan kegiatan yang membawa manfaat dunia dan akhirat.


Mari kita jadikan setiap detik hidup sebagai ladang amal. Kita bisa menyusun perencanaan harian dan menetapkan skala prioritas. Hindarilah aktivitas yang membuang waktu seperti bermain media sosial berlebihan. Kita perlu mengelola waktu sebagai amanah agar hidup menjadi bermakna dan penuh nilai.


Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus produktif dan istiqamah dalam memanfaatkan waktu. Mari kita berdoa agar Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu mengelola waktu sebagai amanah. Semoga Allah menjauhkan kita dari kemalasan dan menunda-nunda, serta memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (*)