Bisnis  

Mentan Amran Lepas Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Menteri Pertanian, Amran melepas ekspor beras ke Arab Saudi, Rabu (4/3/2026). Ekpor beras ke tanah suci untuk mendukung ibadah haji. (doc/kementan)

JAKARTA – Pemerintah resmi memulai ekspor beras ke Arab dengan melepas 2.280 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium ke Arab Saudi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas langsung pengiriman perdana tersebut di Gudang Perum BULOG, Rabu (4/3/2026).

Ekspor beras ke Arab Saudi ini menjadi tindak lanjut Rapat Koordinasi Terbatas pada 23 Februari 2026. Dalam rapat tersebut, pemerintah menugaskan BULOG mengelola Cadangan Pangan Pemerintah tidak hanya untuk stabilisasi dalam negeri saja. Namun juga untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji melalui ekspor beras.

Mentan Amran mengatakan, ekspor beras ke Arab Saudi ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor perberasan nasional. Ini setelah stok beras nasional yang tembus 3,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah untuk periode Maret.

“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita. Stok kita hari ini 3,7 juta ton dan di bulan Maret itu terbesar sepanjang sejarah stok kita di bulan Maret. Nah ini kita ekspor. Kita sudah menjajaki beberapa negara Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia dan Filipina,” kata Amran.

Ia menambahkan, volume ekspor tahap awal mencapai 2.280 ton dengan nilai sekitar Rp38 miliar. Langkah ini menjadi bukti konkret penguatan posisi Indonesia sebagai produsen beras global.

“Nah ini 2.280 ton, 2.000 ya bukan 1.000 ton ya ini aksi nyata bukan ilusi kita kirim 2000 jadi bukan 1000 ton,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan beras tersebut untuk memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Sementara kebutuhan beras jamaah haji Indonesia di Saudi mencapai 20 ribu hingga 50 ribu ton per tahun.

“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 hingga 50 ribu ton,” ujarnya.

Beras Premium

Selain Arab Saudi, pemerintah juga menjajaki peluang ekspor ke Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, ekspor beras ke Arab Saudi jenisnya adalah CBP Premium yang berkualitas tinggi.

“Beras haji ini adalah beras yang kita berikan adalah beras yang terbaik dengan kualitas premium pecahannya 5%, kadar airnya di bawah 14%. Nah selama ini kan kalau beras premium di Indonesia adalah pecahannya 15% ini pecahannya 5%,” ujarnya.

Produksi beras tersebut tersebar di empat fasilitas pengolahan, yakni dua unit Wilmar serta unit pengolahan BULOG di Karawang dan Subang. Pemerintah menjadwalkan pengiriman mulai 7 Maret 2026 dengan dukungan pelayaran internasional dan nasional, termasuk armada Hyundai dan perusahaan pelayaran dalam negeri. (*)