Sport  

Menterengnya Karir Patrick Kluivert Sebagai Pemain

Karir Patrick Kluivert sebagai pemain sangat mentereng hingga diharapkan membawa pengaruh ke Timnas Indonesia. (doc/instagram @patrickkluivert9)

JAKARTA – Karir Patrick Kluivert sebagai pemain, sangat mentereng baik di level klub maupun timnas Belanda. Dia pernah bermain di Piala Dunia dan Piala Eroap.

PSSI secara resmi kenalkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru. Meneer Belanda ini menggantikan posisi STY untuk melatih Timnas Indonesia.

Perkenalan resmi tersebut baru sebatas di akun instagram @PSSI. Juga ada akun @timnasindonesia dan @patrickkluivert9.

Video tersebut lebih banya memberikan gambaran tentang karir Patrick Kluivert saat masih aktif bermain. Baik untuk Timnas Belanda maupun klub yang dia bela.

Karir Patrick Kluivert tergolong mentereng. Dia memulai karir profesional dengan bergabung klub Ajax Amsterdam. Puncaknya pada 1995 saat Kluivert menjadi penentu kemenangan atas AC Milan di final Liga Champion.

Dia masuk pada babak ke dua menggantikan Jari Litmanen. Selang 15 menit kemudian, lahirlah gol tersebut dan membungkam pendukung Rossoneri.

Ajax di era ini, memang berisikan tim muda. Hanya ada 1 nama yakni Danny Blind yang tergolong paling senior. Sisanya, masih berusia di bawah 23 tahun. Sedangkan Patrick Kluivert, baru berumur 18 tahun.

Meski muda, deretan pasukan Ajax ini belakangan menjadi legenda. Sebut saja kiper Edwin van der Saar yang moncer bersama MU. Atau Edgar Davids di Juventus dan Clarence Seedorf. Pemain terakhir ini mampu mengangkat Piala Champions bersama AC Milan dan Real Madrid.

Sementara Patrick Kluivert, sempat bermain bersama Barcelona. Namun dia lebih dulu bermain di AC Milan. Selepas Barcelona, Kluivert bergabung bersama Newcastle dan kemudian Valencia, PSV, serta Lille sebelum pensiun pada 2008.

Justinus Lhaksana di kanal youtube menjelaskan, karir mentereng Patrick Kluivert sebagai pemain akan membawa imbas. Nama besar ini menurutnya akan membawa pengaruh besar bagi Timnas Indonesia dan juga lawannya.

“Bahkan lawannya juga. Makanya jangan kaget nanti pelatih Australia minta foto (bareng). Itu sebuah keuntungan yang tidak dimiliki banyak pelatih,” kata dia. (*)