Mudahnya Masuk Cilacap Pakai Perahu Penyeberangan

  • Bagikan
Perahu penyeberangan membawa warga Jawa Barat ke Cilacap dengan melintasi Sungai Citanduy. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Keluar masuk Cilacap saat penyekatan mudik diterapkan secara resmi sejak 6 Mei 2021 lalu, ternyata masih menyisakan celah. Terutama bagi pengguna sepeda roda 2 yang akan masuk Cilacap melalui sejumlah kecamatan di wilayah barat dan selatan. Mereka ini bisa dengan mudah masuk Cilacap asal tahu rute dan medan.

Syarat ini memang jarang diketahui bagi mereka yang bukan asli warga setempat. Rute dimaksud adalah dengan memanfaatkan perahu penyebarangan yang dengan mudah ditemukan di tepi Sungai Citanduy. Sungai ini memisahkan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Seperti yang ada di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja. Motor pemudik bisa dinaikan ke atas perahu karena ada semacam dermaga di kedua sisi sungai. Dalam hitungan menit, motor sudah pindah provinsi.

Bagi warga Desa Sidamulya, jasa perahu penyeberangan ini menjadi pilihan utama saat mereka akan bepergian ke Jabar untuk berbagai kebutuhan. Tidak jarang, pengguna jasa ini adalah PNS yang dinas di pemerintah kota Banjarpatroman. Sebagain lagi ada anak sekolah, pedagang dan warga umum lainnya.

Dengan menggunakan perahu ini, mereka akan lebih cepat untuk sampai ke Kota Banjarpatroman ataupun Lakbok dibangdingkan jika harus melalui jalan nasional. Jika harus melewati jalan darat, warga desa ini memerlukan waktu sedikitnya satu setengah jam. Sementara jika dengan melintasi sungai, mereka hanya perlu setengah jam saja dan sudah sampai pusat Kota Banjarpatoman.

“Lebih cepat lewat sini dari pada jalan darat karena harus muter,” ujar Maryono, warga setempat.

Demikian pula sebaliknya. Warga Desa Cinta Ratu Kota Banjarpatoman, Jabar yang hendak ke Sidareja atau sejumlah kecamatan lain di sisi barat Cilacap, lebih senang menggunakan jasa perahu penyeberangan ini.

“Yang naik perahu ini bermacam-macam. Ada pedagang, anak sekolah sampai PNS,” katanya.

Memang, sejak 2006 lalu pemerintah Kabupaten Cilacap dan Pemerintah Kota Banjarpatroman sudah membuat jembatan diatas sungai Citanduy. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Wanareja (Cilacap) dan Langgen (Banjarpatroman). Namun demikian, lokasinya jauh berada di sisi selatan.

Dan bagi warga Sidamulya, jembatan itu tetap belum bisa memangkas waktu saat mereka akan ke Jawa Barat karena harus melintasi jalan provinsi menuju pusat kota kecamatan. Barulah dari sana mereka bisa menuju jembatan melaui jalur selatan nasional dengan jarak tempuh hampir 30 menit.

“Banyak pedagang yang naik perahu saya. Kadang mereka bawa motor untuk angkut dagangan. Kalau lewat jalan nasional muternya kejauhan. Jadi orang-orang milih lewat sini,” ujar Harsono, salah satu penarik perahu disana.

Perahu penyebarangan serupa juga banyak ditemukan di desa lain. Di sebelah Desa Sidamulya, ada di Desa Tarisi dan Cilongkrang yang masih masuk Kecamatan Wanareja. Demikian juga dengan yang ada di Kecamatan Kedungreja dan Patimuan. Lokasi penyeberangan ini selalu menghubungkan 2 provinsi berdampingan itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo mengakui adanya perlintasan tersebut. Pihaknya juga sudah melihat secara langsung penyeberangan di belakang Pasar Desa Patimuan Kecamatan Patimuan.

“Biasanya parar penyeberang warga lokal atau warga Jawa Barat yang ingin belanja di Pasar Patimuan. Atau sebaliknya,” kata Tulus.

Petugas juga akan tetap memantau kondisi penyeberangan tersebut karena diperkirakan akan ramai saat hari pasaran pasar Patimuan pada Rabu (12/5/2021). (*)

  • Bagikan