JAKARTA – Orang dalam (ordal) BWF, turut memberikan komentar penuh haru usai laga terakhir Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di ajang Indonesia Masters. Pesan emosional tersebut tertulis dalam tiga paragraf yang menyentuh hati.
Zong Yenyen, anggota tim kreatif media sosial @bwf.official, beri komentar penuh rasa bangga dan harunya melalui akun Instagram pribadinya, @zongyenyen. Ia membagikan foto momen terakhir The Daddies dan membagikannya ke akun Instagram @hendrasansan.
Dalam keterangan foto, Zong memberikan penghormatan mendalam kepada The Daddies.
“Sebuah era berakhir hari ini saat kita mengucapkan selamat tinggal kepada para Ayah legendaris, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Di luar karier mereka yang ikonik, mereka telah menunjukkan kepada kita apa artinya memimpin dengan keanggunan, kerendahan hati, dan integritas. Mereka bukan sekadar legenda dalam permainan ini—mereka adalah panutan sebagai ayah, suami, dan manusia yang luar biasa,” tulisnya.
“Meskipun kita akan merindukan mereka di lapangan, inilah saatnya untuk merayakan kembalinya mereka kepada para pendukung terbesar mereka: keluarga mereka, terutama istri mereka yang luar biasa, yang telah menjadi jangkar mereka selama ini. Pensiun ini bukan hanya untuk mereka sendiri tetapi juga dedikasi yang tulus kepada para wanita yang telah mendukung mereka di setiap langkah, melalui kemenangan dan tantangan,” lanjutnya.
Pesan terakhir dia tutup dengan penghormatan emosional yang mendalam.
“Saat bab ini dalam bulu tangkis ditutup, peran mereka yang paling penting—menjadi suami dan ayah yang penyayang—terus berlanjut. Terima kasih, Ayah, atas semua yang telah Anda berikan untuk bulu tangkis dan untuk kita semua. Kalian berdua adalah LEGENDA, selamanya,” tegasnya.
Komentar dan unggahan orang dalam BWF atas Hendra Ahsan ini, langsung jadi sorotan netizen. Lebih dari 20 ribu netizen memberikan tanda suka, sementara ratusan lainnya mengungkapkan perasaan mereka di kolom komentar.
“Bakalan rindu kalimat ‘Daddies maen jam berapa’,” tulis seorang netizen sambil menambahkan emotikon menangis. (*)






