News  

Pasar Hewan di Cilacap Tetap Buka Meski PMK Mencuat

Pasar hewan di Cilacap tetap buka meski kasus PMK mulai mencuat. (doc)

CILACAP – Seluruh pasar hewan yang ada di Kabupaten Cilacap, masih tetap buka dan berjalan seperti biasa. Meski saat ini sudah ada 10 sapi yang positif terjangkit PMK dan 72 lainnya suspect.

10 ekor sapi di Kabupaten Cilacap, positif terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Hewan ini berada di 3 kecamatan berbeda, yakni Cilacap Utara, Jeruklegi dan Dayeuhluhur.

Kepastian ini menyusul keluarnya hasil uji sampling dari Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta. Petugas dari balai ini sudah melakukan pengambilan sample pada 15 Mei 2022. Pengambilan sample ini melibatkan petugas dari Dinas Pertanian dan Stasiun Karantina Cilacap.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widiyanto mengatakan, pasar hewan di Cilacap masih tetap buka. Ini karena dinas belum ada rencana atau kebijakan untuk menutup pasar hewan.

“Sampai saat ini belum ada rencana penutupan pasar hewan,” kata dia, Kamis (19/5/2022).

Dia beralasan, penyebaran virus PMK baru terdeteksi di 3 kecamatan tersebut. Sementara wilayah lain aman dan belum ada laporan sama sekali.

“Wilayah lain belum ada kejadian atau laporan dari petugas kami,” kata dia.

Sekda Cilacap, Awaludin Muuri menambahkan, penutupan pasar hewan harus menunggu perkembangan lebih lanjut.

Dia memastikan, Pemkab Cilacap belum mengambil langkah penutupan pasar hewan. Hal ini berbeda dengan wilayah lain yang sudah melakukan langkah penutupan.

“Sampai hari ini belum ada penutupan pasar hewan. Tidak seperti di daerah lain,” kata dia.

Sekda berharap agar kejadian ini bisa segera tertangani. Terutama pada sapi yang sudah terjangkit dan harus menjalani isolasi serta upaya penyembuhan. Demikian juga dengan 72 ekor sapi yang berstatus suspect PMK.

“Kita upayakan kasus ini bisa dilokalisir di zonasi itu,” tegasnya. (*)