News  

Pasca Gempa Rusia, BNPB Minta Semua Daerah Evaluasi EWS Tsunami

Pasca Gempa Rusia, BNPB meminta semua daerah melakukan evakuasi terhadap Early Warning System (EWS) tsunami. Evaluasi ini termasuk memastikan efektifitas jalur evakuasi, tempat pengungsian dan lainnya. (doc/ilustrasi)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh pemerintah daerah segera melakukan evaluasi Early Warning System (EWS) tsunami. Permintaan ini muncul usai gempa bumi di Rusia yang sempat memicu peringatan dini tsunami di wilayah Indonesia.

BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir dan meminta pemda meninjau ulang berbagai aspek. Seperti efektivitas jalur evakuasi, kesiapan fasilitas pengungsian, ketersediaan logistik serta peralatan pendukung kebencanaan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengingatkan, pentingnya daerah untuk menggelar evaluasi EWS terhadap ancaman tsunami. Selain itu, daerah juga harus rutin menggelar pelatihan kesiapsiagaan. Tujuannya agar masyarakat pesisir siap menghadapi potensi bencana.

“Evaluasi EWS tsunami ini menjadi penting setelah gempa di Rusia,” kata dia.

BNPB juga mencatat sembilan wilayah terdampak gelombang tsunami minor. Salah satunya adalah Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu, BNPB mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah preventif demi meningkatkan kesiapsiagaan warga dan menekan risiko bencana.

Dengan evaluasi EWS tsunami dan peningkatan kesiapsiagaan, BNPB berharap masyarakat mendapatkan waktu evakuasi yang cukup saat terjadi potensi bencana.

Sebelumnya, Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 yang mengguncang wilayah Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7/2025), dan membawa akibat sejumlah wilayah pesisir Indonesia terancam tsunami . Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman tsunami akibat gempa Rusia tersebut.

BMKG memprediksi gelombang tsunami akan memasuki perairan Indonesia dengan tinggi maksimum kurang dari 0,5 meter. Gelombang pertama kemungkinan besar akan disusul oleh arus laut selama sekitar dua jam. (*)