CILACAP – Ibu rumah tangga sampai pejabat di Kabupaten Cilacap, ikutan jadi Member aplikasi WPONE yang sekarang tengah menjerit. Penyebabnya, member sudah tidak bisa lagi menarik saldo dari akun masing-masing.
Ratusan warga di Kabupaten Cilacap, gagal untuk tarik dana mereka di aplikasi WPONE. Mereka kini mulai merasa resah setelah ada kabar aplikasi ini tutup total.
Aplikasi ini, masih bisa diakses oleh tiap member. Namun demikian, mereka tidak bisa melakukan segala bentuk transaksi. Mulai dari top up sampai dengan menarik saldo. Akibatnya, kepanikan dengan cepat menyebar diantara para member yang ada di Cilacap.
Sempat juga terbersit harapan karena ada pejabat di Pemerintah Kabupaten Cilacap yang juga menjadi member WPONE. Mereka berharap, para pejabat ini bisa mencarikan solusi, atau memberikan kabar baik bagi mereka.
Karena sejak awal, para member melihat sosok pejabat ini membawa pengaruh tersendiri. Hingga keputusan ikut WPONE, sedikit banyak terpengaruh oleh keberadan para pejabat di tingkat kabupaten. Demikian juga dengan sosok kepala desa, perangkat dan pejabat di tingkat kecamatan.
MDN, member dengan ratusan jaringan downline memastikan ada sejumlah pejabat Cilacap yang ikut WPONE. Dan para pejabat ini, masuk menjadi member WPONE dalam rentang waktu berbeda.
“Ada. Pejabat di kabupaten, kecamatan sampai kades dan perangkat desa,” katanya.
Dia lalu menyebut nama-nama pejabat di kantor Pemerintah Kabupaten Cilacap. Juga ada pejabat di tingkat kecamatan. Demikian juga dengan beberapa kades di Kecamatan Wanareja.
Hanya saja, para pejabat Cilacap merasakan hal yang sama seperti para member WPONE lainnya. Yakni rasa khawatir uang akan hilang karena tidak bisa tarik dana dari akun WPONE.
“Akun masih bisa dibuka. Tapi tidak bisa ambil saldo,” katanya. (*)






