News  

Pelaku Sempat Beli Jaket. Sehari Sebelum Beraksi

Kawanan perampok agen BRI Link sesaat sebelum rekonstruksi, Selasa (4/4/2023). Pelaku sempat beli jaket di Pasar Kedungreja, tepat sehari sebelum melakukan aksi. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Kawanan pelaku perampok agen BRI Link, masih sempat beli jaket di Pasar Kedungreja, tepat sehari sebelum mereka beraksi. Selain itu, pelaku juga membeli sepatu dan tas yang mereka kenakan saat menyatroni warung kelonton sekaligus agen BRI Link milik Nasirun pada 27 Maret 2023.

Informas yang beredar menyebutkan, ada pelaku yang mendatangi kios pedagang dan beli jaket di Pasar Kedungreja. Salah satu pelaku lalu mengatakan dirinya bekerja di Palembang.

Dan saat video aksi pelaku beredar, sontak membuat kaget pedagang pasar tersebut. Karena dia sangat hafal dengan ciri-ciri jaket tersebut.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto membenarkan informasi itu. Dia bahkan menyebut para pelaku ini beli jaket, tas dan sepatu, tepat sehari sebelum mereka melakukan aksi.

“H-1, pelaku membeli jaket, tas dan sepatu di Pasar Kedungreja,” katanya usai rekonstruksi perampokan tersebut, Selasa (4/4/2023).

Namun demikian, jaket tersebut kemudian mereka buang di Sungai Citanduy. Kemungkinan untuk menghilangkan jejak. Mereka lalu pergi ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

“Pengakuan pelaku, jaket ini dibuang di Sungai Citanduy,” kata dia.

Di Pangandaran ini, pelaku kembali berupaya menghilangkan jejak. Caranya dengan menjual sepeda motor Honda Grand seharga Rp 700 ribu. Sementara motor matic mereka titipkan di rumah anak dari Sugiono yang menjadi otak perampokan tersebut.

“Motor (Honda) Grand dijual seharga Rp 700 ribu,” katanya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, pelaku menyusun rencana selama 10 hari. Mereka lalu memantau situasi toko milik Nasirun. Dan saat situasi sepi, mereka langsung beraksi. Penyusunan ini oleh 2 pelaku yakni Sugiono dan Sarwanto alias Iwan.

“Perencanaan 10 hari sebelum action, atau tanggal 17 Maret,” kata Kapolda. (*)