JAKARTA – Kemendagri terpaksa tunda pelantikan 2 kepala daerah terpilih dari Jateng karena ada masalah. Sisanya sebanyak 27 kepala daerah, akan tetap mengikuti pelantikan serentak di Jakarta pada 20 Februari 2025. Presiden Prabowo Subianto akan mengambil sumpah jabatan seluru kepala daerah terpilih itu.
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Jawa Tengah digelar di 29 kabupaten kota. Juga bersamaan dengan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.
Hasilnya, pilkada serentak di Jateng sudah memastikan 27 kepala daerah terpilih dan akan mengikuti proses pelantikan serta retreat di Magelang.
Semula, pelantikan serentak kepala daerah terpilih digelar pada 6 Februari 2025. Namun muncul perubahan jadwal tersebut, usai pemerintah melalui Kemendagri melakukan berbagai pertimbangan. Salah satunya dengan melihat perkembangan penangganan sengketa Hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi.
Mendagri, Tito Karnavian memastikan, Presiden Prabowo Subianto sudah memilih tanggal 20 Februari 2025 untuk melantik seluruh kepala daerah terpilih.
“Pak Presiden menyampaikan bahwa beliau memilih tanggal 20, hari Kamis,” kata Tito.
Namun, Kemendagri terpaksa tunda pelantikan 2 kepala daerah terpilih dari Jateng. Yakni Kabupaten Klaten dan Kabupaten Pemalang. Penyebabnya karena, masih ada sidang sengketa hasil Pilkada 2024 di Mahkamah Konstitusi.
Dengan demikian, Presiden baru akan melantik 2 kepala daerah di Jawa Tengah itu, usai ada keputusan final dari Mahkamah Konstitusi atau pada gelombang ke tiga.
Pelantikan kepala daerah dari Jawa Tengah, akan melibatkan 27 pasangan terpilih. Mulai dari Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purbalingga dan Wonosobo. Lainnya adalah Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Demak dan Grobogan.
Lalu ada Kabupaten Karanganyar, Kendal, Jepara, Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Purworejo, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Temanggung, Tegal dan Wonogiri serta Rembang. (*)






