JAKARTA – Langkah gemilang Timnas U17 di penyisihan grup, terhenti di babak gugur usai kalah telak dari Korea Utara. Evandra Florasta dkk, harus tertunduk lesu usai Korea Utara menyarangkan 6 gol tanpa balas.
Menit ke 6 babak pertama, gawang Dafa sudah bobol berkat gol dari skema sepak pojok berkat sontekan Choe Song Hun. Tembakan voli kapten Korea Utara, Kim Yu Jin berhasil menemui sasaran dan membuat skor menjadi 2 – 0.
Babak ke dua, Korea Utara terus mendominasi laga dan menciptakan gol cepat pada menit 47 melalui tendangan Ri Kyong Bong.
Gol ini sudah membunuh semangat pemain Timnas U17 dan seolah-olah sudah merasa kalah. Semangat para pemain kian turun usai menghadapi gempuran dan gol-gol yang tercipta.
Seperti 2 gol yang tersarang dalam rentang waktu 2 menit saja. Skor kemudian menjadi 5 – 0 untuk Korea Utara. Penderitaan Timnas U17 berlanjut pada menit 77 usai Park Ju Won menyarangkan bola ke gawang Dafa.
Pengamat sepak bola, Rony Pangemanan melihat, laga fase gugur ini memang berat dan pemain harus bisa mengambil hikmah. Mental para pemain sudah lenyap usai 2 gol tercipta setelah laga berjalan 19 menit di babak pertama.
Menurutnya, ini menjadi laga antiklimaks para pemain Timnas U17 hingga mereka kalah telak. Pemain selalu tertekan dengan pergerakan lawan yang terus menguasai bola.
“Kita terima itu dengan besar hati. Bahwa Korea (Utara) memang lebih baik. Mereka memang mengincar Indonesia dan menghindari Korea Selatan setelah bermain imbang dengan Oman,” katanya di kanal youtube pribadinya.
“Mereka akui akan lebih susah melawan Korea Selatan, meski kita tampil luar biasa di fase grup,” katanya lagi.
Perjalanan Timnas U17 di Piala Asia terhenti karena kalah dari Korea Utara. Namun Timnas U17 tetap lolos ke Piala Dunia yang akan digelar di Qatar. (*)






