JAKARTA – Pemerintah belum memulai pembangunan tol Jambi-Rengat hingga awal 2026. Meski sempat merencanakan pelaksanaan konstruksi pada 2026, proyek strategis nasional tersebut diperkirakan baru memasuki tahap pembangunan fisik pada 2027.
Hingga kini, proyek tol Jambi-Rengat belum menunjukkan aktivitas pekerjaan di lapangan. Pemerintah masih menjalankan sejumlah tahapan. Mulai dari perencanaan lanjutan, kesiapan lahan, hingga penyesuaian anggaran dan jadwal pelaksanaan proyek.
Padahal, tol Jambi-Rengat bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera. Pemerintah meyakini, tol ini mampu mempercepat distribusi logistik dan menekan biaya transportasi. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi dan wilayah sekitarnya.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Jambi, Dedy Hariadi mengatakan, proyek tol Jambi–Rengat tetap jadi prioritas pemerintah. Meski untuk saat ini, belum masuk tahap konstruksi.
“Proses pekerjaannya masih panjang. Tahun ini belum ada perencanaan konstruksi, dan pembangunan kemungkinan baru dimulai pada 2027,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan pemerintah saat ini memfokuskan perhatian pada tahap persiapan. Termasuk penyelarasan dokumen perencanaan, agar pelaksanaan pembangunan tol Jambi-Rengat dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Masih kita persiapkan terus,” tegasnya.
Tol Trans Sumatera akan menghubungkan seluruh wilayah di Pulau Sumatera. Mulai dari Aceh hingga Lampung sepanjang 2.818 km. (*)






