JAKARTA – TNI AL lakukan pembongkaran pagar laut dengan dalih atas perintah Presiden Prabowo. Pembongkaran ini dengan mengerahkan ratusan personil TNI AL, bersama sejumlah nelayan di pesisir Tangerang.
Namun baru sehari melakukan pembongkaran, ada keluhan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Alasannya, pagar laut ini masih dalam proses penyelidikan petugas. Hingga pembongkaran pagar laut, berarti merusak barang bukti.
Hingga akhirnya, sehari kemudian, TNI AL menghentikan pembongkaran pagar laut di pesisir Tangerang itu. Banyak kalangan lalu menilai lemahnya koordinasi antar lembaga pemerintah.
Rocky Gerung di kanal youtube Rocky Gerung Offial menjelaskan, lemahnya koordinasi para pejabat di kementerian terkait dengan lembaga negara lainnya.
“Terlihat pola pembangilan keputusan mulai terbaca. Kalau soal isu kontroversial yang jadi viral itu, harus Presiden Prabowo sendiri yang memberi instruksi. Kan ini menujukkan kalau koordinasi di kementerian tekhnis tidak berjalan,” kata dia.
“Udah beberapa lama, isu tentang pagar PIK 2, jadi isu kontroversi, tapi tidak ada satupun menteri yang punya semacam inisiatf menunjukkan kalau mereka paham,” katanya lagi.
Jika semua urusan ini menjadi ranah presiden, maka justru akan membebani Prabowo sendiri. Karena presiden saat ini tengah banyak urusan dan pembuktian peran Indonesia di mata luar negeri. Termasuk peran dan upaya RI untuk aktif meningkatkan ekonomi negara-negara selatan melalui BRICS.
“Kan kelihatannya, hal-hal yang seharusnya dibebankan kepada wakil presiden, misalnya, itu tidak dijalankan. Kan bisa cukup wakil presiden yg melaukan fungsi Pantai Indah Kapuk. Kenapa wakil presiden tidak dilibatkan, atau wakil presiden ambil inisiatif,” terangnya lagi.
Rocky Gerung lalu sepakat dengan langkah pembongkaran pagar laut oleh TNI AL. Meski kemudian, ada sanggahan dari KKP dengan dalih pagar laut masih dalam proses penyelidikan petugas.
“Ini menunjukkan bahwa, ada sesuatu ada sesuatu. Seolah-olah ada mahluk besar di belakang pagar laut, hingga para menteri harus berhitung saat mengucapkan kalimat,” tegasnya. (*)






