News  

Penerus Negeri Kampanyekan Aktifitas Ramah Lingkungan

Peserta diskusi dan pelatihan wirausaha bertajuk Majenang Future Leader, Kontribusi Pemuda Desa Membangun Bangsa, melakukan foto bersama, Jumat (12/1/2024). Agenda yang digagas Generasi Penerus ini telah digelar di 100 titik. (haryadi nuryadin/bercahayanewss.com)

CILACAP – Penerus Negeri, sebuah lembaga berisikan anak muda kampanyekan aktifitas ramah lingkungan dengan mengajak masyarakat mengumpulkan limbah domestik. Di saat bersamaan, Penerus Negeri memberikan intensif bagi warga berupa paket sembako.

Koordinator Penerus Negeri Wilayah Jawa Tengah, Alfreno Kautsar Ramadhan mengatakan, sudah ada 100 lokasi yang menjadi project tersebut.

“Ini hanya langkah awal bagaimana Generasi Penerus ini wadah dan masyarakat tahu akan aktifitas yang ramah lingkungan,” katanya usai diskusi bertajuk Majenang Future Leader, Kontribusi Pemuda Desa Membangun Bangsa, Jumat (12/1/2024) di Taman Tatto Cilacap.

Dia mencontohkan salah satu lokasi di Tegal. Masyarakat setempat sudah mampu mengubah limbah domestik menjadi vas bunga berbahan plastik bekas. Vas ini kemudian menjadi komoditas dagang yang dijual ke lingkungan terdekat. Hingga masyarakat kemudian mendapatkan manfaat dari sisi ekonomi sekaligus mampu menjaga lingkungan tetap bersih.

“Ada value dari plastik bekas seperti ini,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga mulai menggandeng bank sampah agar program ini bisa lebih menggeliat. Ini karena bank sampah sudah sangat menyatu dengan komunitas terdekat.

“Kita mulai gandeng bank sampah,” katanya.

Selain mengupas tentang aktifitas ramah lingkungan, diskusi ini juga berbicara tentang stunting dan pelatihan usaha bagi anak muda di Cilacap. Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi tersebut dan salah satunya Wakil Ketua KNPI Jawa Tengah, Tietha Ernawati Suwarto.

Menurut Tietha, anak muda kreatif punya tempat untuk berkumpul dan saling bertukar informasi.

“Saya ingin ke depan ada rencana bikin kreatif hub. Bukan hanya di sini saja. Tapi di sini bisa jadi tempat bertukar fikiran bagi mereka yangg kreatif. Inovasi bisa dibicarakan di sini lalu diwujudkan. Ke depan anak-anak muda ini tidak hanya punya mimpi, tapi bisa menjadi pemimpin,” terang Tietha.

Dia berharap agar hub kreatif tersebut bisa mendorong anak muda bisa lebih berkembang. Termasuk bagi mereka yang sudah punya produk bisa naik ke level berikutnya.

“Jangan hanya di level kecamatan,” tegasnya. (*)