News  

Penggilingan Padi Terbakar Secara Misterius

Tangkapan layar kebakaran pabrik penggilingan padi di Kecamatan Majenang, Cilacap, Kamis (15/6/2023). Petugas belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. (doc)

CILACAP – Pabrik penggilingan padi terbakar dan penyebabnya tidak jelas membuat kejadian ini sarat misteri. Tempat usaha milik Suryanto (61), warga Desa Bener Kecamatan Majenang, Cilacap, terbakar Kamis (15/6/2023) malam. Namun sampai api padam, petugas tidak mengetahui secara pasti penyebab pabrik penggilingan padi ini terbakar.

Dari keterangan sejumlah warga setempat menyebutkan, pabrik ini sudah lama tidak beroperasi. Selain itu, bangunan ini semi permanen dan tidak ada jaringan listrik sama sekali.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Cilacap, Supriyadi mengatakan, petugas belum mengetahui secara pasti penyebab pabrik penggilingan padi ini terbakar.

“Belum kita ketahui secara pasti,” katanya, Jumat (16/6/2023).

Dia menjelaskan, kebakaran di pabrik ini terjadi pada Kamis (15/6/2023) malam. Api pertama kali diketahui sekitar pukul 22.30 oleh salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan pabrik.

Saat itu saksi terbangun dan mendengar ada suara seperti kayu patah atau terbakar. Dia lalu keluar dari rumah dan mencari asal suara. Alangkah terkejutnya dia karena melihat api sudah berkobar hebat dan membuat pabrik penggilingan padi ini terbakar.

Sontak korban berteriak dan menyebut ada kebakaran. Suara korban langsung mengundang perhatian warga dan mereka bersama-sama melakukan pemadaman. Salah satu warga lalu menghubungi Pos Damkar Majenang.

Mendapati laporan ini, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Di sana, petugas segera melakukan upaya pemadaman bersama warga setempat. Hingga kemudian api bisa dikuasai hingga tuntas.

Supriyadi menyebut, kebakaran ini membuat korban merugi Rp 100 juta. Ini dengan menghitung kerusakan pada struktur bangunan semi permanen berukuran 10 X 10 meter yang ludes terbakar. Demikian juga dengan 1 unit mesin penggiling padi, alat timbangan yang ikut musnah terbakar.

“Kerugian Rp 100 juta,” katanya. (*)