Sport  

Penyebab Timnas U-20 Kalah dari Iran Karena Ini

Timnas U-20 Indonesia kalah 0-3 dari Iran di laga pertama Piala Asia. Penyebab Timnas U-20 kalah salah satunya karena faktor postur tubuh lawan lebih tinggi. (doc/instagram)

JAKARTA – Penyebab Timnas U-20 kalah dari Iran, salah satunya karena postur tubuh. Ini yang menjadi kelemahan pemain timnas dan berhasil dimanfaatkan lawan secara maksimal.

Secara fisik, Iran sudah sangat unggul. Mereka selalu memanfaatkan umpan jauh, memenangkan duel udara dengan menciptakan peluang dari umpan silang. Ketiga gol merupakan pola serangan udara yang memanfaatkan postur tubuh tinggi.

Justinus Laksana di akun youtube pribadinya menyebut, penyebab Timnas U-20 kalah dari Iran, bukan karena faktor fisik semata. Namun lebih karena jarak antar pemain yang selalu jauh yang berujung pada rendahnya akurasi umpan. Dia menyebut, akurasi umpan pemain Iran mencapai 85 persen.

“(Akurasi umpan Iran) Ini sudah standar liga. Kalau kelas (Manchester) City, Liverpool, Madrid, Barce, udah mendekati 90 (persen),” katanya.

Dia mengakui, Iran memang lawan berat di Grup C Piala Asia U-20. Faktor karena postur pemain Iran yang lebih tinggi dan sudah standar tim Eropa. Demikian juga dengan standar liga Iran yang sudah maju dan membuat timnas senior beberapa kali main di Piala Dunia.

Dan penyebab terakhir Timnas U-20 kalah dari Iran, yakni pergerakan tanpa bola para pemain. Dia menilai, pemain kurang bisa bergerak dan mencari ruang.

“Dan jangan lupa, speed mereka sangat bagus,” tegasnya.

Jalannya Laga

Langkah pertama Timnas U-20 di Piala Asia, berakhir dengan kekalahan telak 0-3 dari Iran. Gol Iran diciptakan oleh Nafari Nogourani (5), Mobin Dehghan, gol cantik Esmail Gholizadeh (63) dan Mobin Dehghan (70).

Bertanding di Stadion Shenzen Youth Football Training Base Centre, Timnas lebih banyak tertekan berkat pressing ketat lawan. Tiap kali pemain Indonesia membawa bola, selalu ada 2 pemain Iran yang mendekat.

Alhasil, gawang Indonesia sudah jebol berkat sundulan Nafari Nogourani memanfaatkan sepak pojok. Gol ini makin membuat pemain Indonesia tertekan.

Di babak kedua, Iran tetap menjaga pressing ketat dan pergerakan pemain yang sangat dinamis. Pressing ini terjaga sepanjang babak kedua, dengan cara memasukan pemain pengganti. Hingga di babak kedua ini, Iran mencetak 2 gol dan mengakhiri perlawanan Timnas Indonesia. (*)