Penyebaran DB Bisa Sepanjang Tahun

  • Bagikan
Komplek perumahan bisa saja diserang nyamuk penyebab DB sepanjang tahun tanpa melihat musim. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB) kerap kali berhubungan dengan volume air. Makin tinggi volume air dalam satu masa, maka potensi penyebaran bertambah tinggi. Hingga bisa saja dalam satu komplek perkampungan warga muncul penderita dalam jumlah besar.

Namun tidak dengan kejadian di Desa Mulyasari Kecamatan Majenang, Cilacap. Dilaporkan ada 9 warga terjangkit DB selama April hingga pertengahan Mei, 2021. Selama periode ini, hujan sudah sangat jarang terjadi karena sudah masuk masa peralihan atau pancaroba.

“Sekarang ini kan pancaroba. Tapi tetap ada kasus DB,” ujar Kepala Puskesmas Majenang 1, Sri Wahyuni.

Dia menjelaskan, memang perkembangan dan penyebaran jentik nyamuk aedes aegypti sangat bergantung pada ketersediaan air. Hingga kerap yang terjadi adalah, puncak musim penghujan menjadi momen tertinggi kasus DB.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ini tidak lagi bisa menjadi patokan. Ketersediaan air dalam jumlah melimpah hanya menjadi “bom” yang akan melambungkan jumlah penderita.

“Pola tidak lagi selalu di musim hujan atau puncak musim hujan. (Puncak musim penghujan) hanya jadi bom saja,” kata Yuni.

Dia menambahkan, justru kasus DB ini bisa muncul tiap waktu. Syaratnya adalah ada genangan air di dalam rumah ataupun lingkungan perkampungan warga. Air ini akan menjadi tempat terbaik nyamuk untuk bertelur hingga tumbuh dewasa. Ketika berkembang biak bebas, maka nyamuk dewasa akan lahir dengan sendirinya dan menyebarkan wabah ini ke tengah masyarakat.

“Musim lain bisa saja ada kasus DB,” katanya.

Kepala Desa Mulyasari, Tohari mengatakan warga yang terjangkit DB hanya berada di satu komplek perumahan. Hingga akhirnya Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap mengambil langkah untuk membersihkan lingkungan tersebut dari nyamuk dewasa dengan fogging.

“Yang kena hanya di situ jadi penyemprotan tidak keluar komplek,” kata dia. (*)

  • Bagikan