JAKARTA – Permainan Jepang ternyata berubah total saat kalahkan Indonesia di Stadion Suita City Stadium, Osaka, Selasa (10/6/2025) malam waktu setempat. Perubahan terjadi pada intensitas permainan Jepang yang sangat kuat, pressing dan pergerakan pemain.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu merubah total strategi permainan saat kalahkan Indonesia. Saat melawan Arab Saudi dan Australia, tempo permainan sangat lambat. Hal ini membuat Arab Saudi mampu menahan imbang. Australia lalu memanfaatkan strategi Moriyasu hingga bisa mengantongi point penuh.
Pengamat sepak bola tanah air, Justinus Lhaksana membahas perubahan pola Jepang saat kalahkan Indonesia. Menurutnya, Jepang memperlihatkan permainan yang berubah total.
“Saat main lawan Arab Saudi dan Australia, mereka pakai gigi 1,” katanya.
“(Lawan Indonesia) Jepang ngegas. Stamina pemain sangat gila, semua (operan) bola sampai,” kata dia.
Dia juga melihat para pemain Jepang sangat disiplin ketika menyerang ataupun bertahan. Hinga Ole Romeny tidak punya kesempatan untuk membuat peluang. Bahkan statistik menunjukkan, Jepang punya 22 kali tendangan sementara Indonesia tidak ada sama sekali.
Jepang saat kalahkan Indonesia, seperti memperlihatkan mereka sudah berada di level yang jauh berbeda. Para pemain mampu menjalankan strategi pelatih dengan baik, tidak memberi ruang dan selalu membuka kesempatan mencetak gol.
“Kita kaya dilatih main bola sama Jepang,” katanya.
Meski begitu, Justinus Lhaksana melihat laga ini tetap memberi pengalaman berharga. Terutama bagi pemain yang masih minim jam terbang di Timnas.
“Dapat banyak pelajaran dari laga ini. Tidak usah nyari kambing hitam. Yang jelas level Jepang beda sama kita,” kata dia.
Menurutnya, Timnas masih punya kesempatan untuk memperbaiki permainan. Karena lawan yang akan di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia, kualitasnya tetap berada di bawah Jepang.
“Lebih baik kalah di sini (Jepang) tapi dapat pelajaran penting dan menang di Ronde 4,” tegasnya. (*)






