News  

Petani Gagal Panen. Akibat Cuaca Ekstrem

Petani di Desa Padangsari Kecamatan Majenang, Cilacap gagal panen karena hama wereng. (doc)

CILACAP – Sejumlah petani di Kecamatan Majenang, Cilacap harus gigit jari karena gagal panen. Penyebabnya karena tanaman terserang hama wereng yang menyebar cepat.

Terlebih petani yang panen pada periode Agustus hingga Oktober. Dalam kurun waktu 3 bulan itu, kelembaban sangat tinggi dan membuat hama cepat menyebar.

Udara yang sangat lembab ini membuat telur hama wereng mudah menetas. Hingga populasinya meningkat tajam.

Koordinator PPL Wilayah Majenang, Cilacap, Eko Sugiarto mengatakan, hama wereng menjadi faktor utama petani gagal panen.

“Terutama yang panen pada Agustus sampai Oktober kemarin, mayoritas gagal,” ujar Eko, Rabu (9/11/2022).

Dia mencontohkan areal persawahan di Desa Padangsari Kecamatan Majenang, Cilacap. Lahan seluas 400 ha di desa itu rusak akibat serangan hama wereng. Akibatnya panen tidak bisa maksimal.

“90 persen rusak dan gagal panen,” katanya.

Namun petani yang panen di akhir Oktober atau awal November 2022, kondisinya sedikit berbeda. Karena saat menjelang panen cuaca lebih hangat dengan adanya sinar matahari. Hingga pertumbuhan hama jauh lebih sedikit.

“Sepanjang tahun ini kan hujan. Jadi setelah September suhu lebih hangat karena sering ada matahari hingga tanah tidak terlalu lembab,” katanya.

Petani sekarang tengah menghadapi musim tanam terakhir di 2022. Hanya saja tantangan sekarang sedikit berbeda yang bisa membuat tanaman padi rusak. Penyebabnya karena kemungkinan besar terjadi banjir seiring datangnya puncak musim penghujan antara Desember atau Januari.

“Ancaman ya banjir,” tegasnya. (*)