News  

Pj Bupati Pastikan Jalur Mudik Sudah Aman

Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar bersama Forkompinda meninjau Pos Mudik di Terminal Cilacap, Selasa (18/4/2023). Pj jamin jalur mudik di Cilacap sudah aman. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar pastikan kondisi jalur mudik sudah aman hingga siap untuk sambut pemudik pada lebaran 1444 H. Hingga harapannya adalah perjalanan pemudik yang melintasi Cilacap bisa lancar tanpa ada kendala jalan rusak.

Pj Bupati bersama jajaran Forkompinda meninjau keberadaan Pos Pelayanan Mudik di 4 lokasi. Titik peninjauan pertama adalah Terminal Cilacap. Selain itu, rombongan meninjau pos di 3 lokasi yang menjadi tapal batas Cilacap dengan wilayah lain.

Seperti Pos Rawaapu di Kecamatan Patimuan yang berbatasan dengan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Demikian juga dengan Pos Mergo di Kecamatan Dayeuhluhur. Pos ini sangat strategis karena berada di jalur nasional dan menjadi pintu masuk pemudik ke Cilacap dari Jawa Barat. Selain itu, rombongan juga melihat pos lainnya seperti di Sampang dan Kroya.

Menurut Pj, kondisi jalan dan jalur mudik di Cilacap sudah aman hingga siap untuk sambut pemudik.

“Jalur mudik sudah aman,” katanya.

Namun dia mengakui, kondisi berbeda terlihat di sejumlah ruas yang masuk ke pedalaman atau perkampungan. Ruas seperti ini akan mengganggu pemudik yang akan masuk ke desa masing-masing.

“Yang tidak aman jalan masuk desa. Tapi ini bisa mengganggu juga. Misalnya orang mudik jalan tidak bagus. Nanti bisa kecelakaan,” kata dia.

Dia mencontohkan ruas Cimanggu-Cipari yang melalui Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu. Dia mengakui titik ini masih butuh perhatian dan perbaikan serius karena sudah lama rusak.

Namun secara umum, ruas yang masuk pedalaman tersebut sudah ada perbaikan secara bertahap. Memang perbaikan ini masih bersifat sementara dan belum bersifat total dengan pengaspalan ulang. Perbaikan baru sebatas tambal sulam agar mempermudah aktifitas warga setempat.

“Sudah kita lakukan di semua UPT PUPR. Seperti di Majenang, Kroya dan lainnya,” kata dia. (*)