PKB Target Rebut 12 Kursi di Cilacap

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Gus Yusuf me-launching Pendaftaran Bacaleg PKB Cilacap. PKB Cilacap targetkan mampu meraih 12 kursi di DPR. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Cilacap mematok target mampu rebut 12 kursi di DPRD Kabupaten Cilacap. Target ini berdasarkan survey dan pemetaan sumber suara di seluruh daerah pemilihan (dapil). Tambahan kursi ini diharapkan bisa terwujud pada pemilihan legislatif 2024.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf memastikan target ini bisa terpenuhi dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.

“Target sudah sesuai survey internal kita. Ini harus kita tekankan ke Ketua DPC (PKB Cilacap),” ujar Gus Yusuf saat melakukan Launching Pendaftaran Bacaleg PKB di Convention Hall Sena, Cilacap, Jumat (7/10/2022).

Dia mengatakan, saat ini jumlah kursi PKB di DPRD Cilacap ada 8. Hingga butuh tambahan 4 kursi untuk mencapai 12.

Dia yakin target PKB Cilacap untuk dapat 12 kursi ini bisa terwujud. Pertama karena partai sudah melakukan survey internal dengan melihat data sumber suara dan lainnya. Kedua adalah jumlah calon pemilih di pemilu 2024 mendatang yang sangat besar di Cilacap.

“Cilacap itu sangat gemuk dengan jumlah pemilih mencapai 1,8 juta. Kita harapkan Cilacap bisa jadi lumbung suara PKB,” katanya.

Karena itulah, DPP sejak awal sudah memberikan instruksi agar semua DPC me-launching pendaftaran bacaleg. Tujuannya agar bisa dengan cepat merekrut orang atau tokoh yang sangat muungkin bisa memberi dukungan untuk memenuhi target tambahan kursi PKB di Cilacap.

“Karena caleg ini ujung tombak pemenangan partai,” katanya.

Ketua DPC PKB Cilacap, Samsul Aulia Rachman menambahkan, target menambah 4 kursi suara sangat realitis. Karena sebelumya sudah ada survey dan pemetaan internal.

“Target yang berbasis data insya alloh realistis,” katanya.

Dia menegaskan, kegiatan launching tersebut dilanjutkan dengan pembekalan bagi pengurus Anak Ranting dan Ranting PKB se Cilacap. Agenda ini membekali pengurus dengan berbagai metode pemenangan pemilu dengan tetap mengacu pada data yang sudah ada. (*)