JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkap penyebab kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri yang ditemukan di kos Menteng, Jakarta Pusat. Polisi menegaskan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kematian tersebut.
Tim penyidik menyelidiki kasus kematian diplomat muda selama hampir sebulan. Mereka menggandeng ahli dan lembaga eksternal dalam proses investigasi. Polisi mengamankan laptop korban serta rekaman CCTV dari 20 titik. Mereka juga memeriksa 24 saksi, termasuk istri korban dan penjaga kos.
Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan korban tidak ditemukan dalam kondisi terikat. Dalam kasus kematian diplomat muda ini, penyidik memeriksa seluruh akses masuk dan tidak menemukan tanda kerusakan di plafon atau jendela. Ia memastikan pintu menjadi satu-satunya jalan masuk ke kamar korban.
Polisi menayangkan rekaman CCTV yang menampilkan aktivitas korban sebelum kematian diplomat terjadi. Video memperlihatkan korban berada di kantor, mal, rooftop gedung Kemlu, hingga kembali ke kos. Polisi menjelaskan bahwa pergeseran sudut CCTV terjadi saat penjaga kos mendobrak pintu atas permintaan istri korban.
Tim forensik memeriksa barang bukti terkait kematian, termasuk lakban, seprai, dan bantal. Hasilnya menunjukkan hanya DNA korban yang terdapat pada semua benda tersebut. Polisi menyimpulkan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian ini. (*)






