News  

Polri Kerahkan 15 Tim DVI untuk Percepat Identifikasi Korban Bencana di Sumbar

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, dalam sebuah kesempatan. Dia memastikan, Polri sudah mengirimkan 15 tim DVI untuk mempercepat proses identifikasi korban bencana di Sumatera. (doc/istimewa)

JAKARTA – Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri mengerahkan 15 tim DVI Polri untuk mempercepat proses identifikasi korban bencana di Sumatra Barat. Seluruh tim kini bekerja di dua lokasi, yaitu Kabupaten Agam dan RS Bhayangkara Padang.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, percepatan identifikasi korban bencana di Sumatra menjadi prioritas. Dengan begitu, kondisi tubuh korban tidak semakin memburuk. Tim DVI Polri berupaya melakukan identifikasi langsung di lokasi agar jenazah tidak menumpuk di RS Bhayangkara.

“Kecepatan identifikasi sangat penting. Jika sidik jari masih memungkinkan, kami akan mengoptimalkannya. Namun jika tidak, langkah terakhir adalah tes DNA,” ujar Komjen Dedi.

Komjen Dedi menambahkan, tim DVI Polri mengambil sampel dari jenazah korban dan sampel DNA pembanding dari keluarga. Sebelumnya, sudah ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya. Seluruh sampel DNA segera dikirim ke laboratorium Polri di Jakarta.

“Kami memiliki laboratorium DNA yang cukup cepat. Dalam tiga hari, hasil tes DNA dapat kami sampaikan ke keluarga sehingga proses penyerahan jenazah bisa cepat,” jelasnya.

Selain pemeriksaan DNA, metode identifikasi korban bencana di Sumatra melalui sidik jari tetap menjadi pilihan utama. Ini karena akurasi identifikasi sidik jari dapat mencapai 99 persen. Hanya saja, syaratnya adalah kondisi jenazah masih memungkinkan.

Hingga saat ini, 130 keluarga telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya di posko ante mortem RS Bhayangkara Padang. Tim DVI Polri terus bekerja memastikan proses identifikasi berlangsung cepat, akurat, dan memberikan kepastian bagi keluarga korban. (*)