Banyumas – Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) mengenalkan inovasi jamu kekinian kepada generasi muda melalui pelatihan pembuatan dan penyajian jamu. Kegiatan ini menjadi bagian dari Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) oleh Balai POM di Banyumas pada 7 hingga 8 November 2026. Dalam acara ini juga dilakukan Pengukuhan Anggota Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM).
Bertempat di Kantor Balai POM di Banyumas, tim PPJAI mengajak peserta mengenal berbagai kreasi jamu melalui praktik langsung. Peserta belajar mengolah dan menyajikan jamu dengan memperhatikan cita rasa serta tampilan visual agar lebih menarik bagi generasi muda.
Kepala Balai POM di Banyumas, Gidion menjelaskan kegiatan Saka POM merupakan bentuk kerja sama BPOM dengan Gerakan Pramuka. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang pengawasan obat dan makanan.
Melalui tiga krida anggota Saka POM bisa menerapkan pengetahuan sekaligus menyebarkan edukasi kepada masyarakat. Sementara ketiga krida ini yakni Krida Pengujian, Krida Pengawasan, serta Krida Informasi dan Komunikasi.
“Saka POM bisa menerapkan pengetahuan dan menyebarkan pehaman kepada masyarakat luas,” kata Gidion.
Gidion menilai, keterlibatan PPJAI memberikan wawasan baru kepada peserta tentang pengembangan jamu agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Nantinya, generasi muda melihat jamu tidak hanya sebagai warisan budaya semata. Tetapi juga sebagai peluang usaha.
Peran PPJAI
Ketua Umum PPJAI, apt. Heri Susanto, menegaskan pihaknya akan terus mendukung program Saka POM melalui kolaborasi dan edukasi pembuatan jamu kekinian. Menurutnya, praktik langsung menjadi salah satu cara efektif untuk mengenalkan jamu kepada generasi muda.
“Generasi muda yang akan menjadi generasi penerus, bisa mengetahui secara detail tentang jamu. Melalui metode praktik, generasi mudah akan lebih memahami apa itu jamu sebenarnya,” ujar Heri Susanto
Salah satu peserta Saka POM, Ferdiansyah, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai sesi praktik menjadi bagian paling menarik. Dia mendapatkan pengalaman baru dalam mengkreasikan jamu menjadi minuman yang lezat dan menarik secara visual.
PPJAI bersama Balai POM di Banyumas berharap, dapat meningkatkan minat generasi muda untuk melestarikan jamu Indonesia. Sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai keamanan dan mutu produk yang dikonsumsi masyarakat. (*)






