News  

Prabowo Bertemu Putin, Rusia Siap Kerja Sama di Sektor Nuklir

Presiden Prabowo saat bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow. Putin menyinggung kerja sama di bidang energi nuklir. (doc/setneg)

MOSKOW – Presiden Vladimir Putin memastikan Rusia siap menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang nuklir. Hal ini Putin sampaikan saat bertemu Presiden Prabowo bertemu Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rabu (10/12/2025).

Pertemuan ini menjadi pertemuan bilateral kedua pada 2025 setelah Prabowo bertemu Putin di Saint Petersburg pada Juni lalu. Putin menyebut hubungan kedua negara ini terus berjalan menuju arah yang benar.

“Hubungan kami berkembang sangat konsisten pada tahun yang kami menyambut 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara negara kita. Komisi bersama ekonomi juga bekerja dengan bagus. Nilai perdagangan kita naik 17 persen dalam sembilan bulan pertama tahun ini,” ujar Putin.

Putin juga menyoroti peluang di sektor energi nuklir. Dia memastikan, Kremlin siap bekerja sama jika Indonesia ingin menggandeng Rusia dalam pengembangan energi nuklir.

“Kalau Indonesia memutuskan melibatkan Rusia, kami selalu siap untuk membantu,” katanya.

Selain energi, kedua pemimpin membahas kerja sama sektor industri, pertanian, dan isu gandum. Di bidang pertahanan, Putin menyebut Indonesia sebagai mitra tradisional Rusia

Sementara di produk gandum, Putin mengeluhkan turunnya nilai ekspor gandum Rusia ke Indonesia. Meski begitu, Putin yakin akan ada celah agar nila ekspor gandum bisa kembali merangkak naik.

“Pasokan gandum sedikit turun tetapi kami siap mencari jalan baru,” ungkapnya.

Putin saat bertemu Prabowo juga menyampaikan bela sungkawa atas rentetan kejadian bencana alam di Indonesia. Khususnya bencana banjir longsor di 3 provinsi di Sumatera.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Putin untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Undangan tersebut terbuka untuk tahun 2026 maupun 2027, menyesuaikan agenda Presiden Putin.

“Saya juga ingin mengundang Yang Mulia untuk ke Indonesia pada kesempatan yang beliau miliki. Apakah tahun 2026 atau 2027 tidak ada masalah,” ujar Presiden Prabowo. (*)