Prabowo Lanjutkan Perundingan Tarif dengan AS

ilustrasi

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus melanjutkan perundingan tarif perdagang dengan Amerika Serikat (AS), pasca perang tarif antara AS dan China. Presiden Prabowo Subianto masih terus memantau perundingan tarif dagang dengan AS dan masuk dalam pembahasan saat rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam rapat ini, Prabowo mengundang Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Bahasan rapat salah satunya terkait kerja sama ekonomi dengan AS. Termasuk revisi kebijakan perdagangan dalam negeri yang lebih fleksibel.

“Presiden menekankan pentingnya menciptakan ekosistem usaha yang kompetitif dengan menghapus birokrasi perizinan yang menghambat sektor riil,” ujar Seskab Teddy.

Teddy menjelaskan, pemerintah melakukan deregulasi melalui revisi Permendag Nomor 8 Tahun 2024. Dengan demikian, regulasi ini menjadi lebih sederhana dan tidak berbelit. Termasuk memangkas perizinan agar lebih menarik investor.

“Presiden Prabowo meminta agar deregulasi sektor riil bisa berdaya saing dengan menghilangkan birokrasi perizinan,” ujarnya.

Terkait perdagang dengan AS, perundingan tarif terus menunjukkan kemajuan. Kedua negara sepakat mengedepankan prinsip win-win solution guna memastikan stabilitas perdagangan dan investasi.

Pemerintah juga mengantongi dukungan positif dari otoritas ekonomi Amerika Serikat. Seperti dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan United States Trade Representative, Jamieson Greer.

Sebelumnya, pemerintah sudah membentuk 3 satgas untuk melakukan lobby dan perundingan tarif perdagangan dengan AS. Ini sebagai respon atas keputusan AS yang menaikan tarif ekspor dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemberlakuan tarif dagang dari AS ini sangat memukul pelaku ekspor karena mencapai 32 persen.

Satgas ini sudah bertugas sejak Mei 2024 dan terus melakukan perundingan tarif perdagangan dengan AS secara intesif. Sampai saat ini, perundingan tarif dagang antara Indonesia dan AS tersebut masih terus berjalan.

“Saat ini tim negosiator Indonesia dan AS tengah membahas secara intensif permintaan dan penawaran dari masing-masing pihak,” ujar Tedi. (*)