News  

Prabowo Sebut Kulit Mentan Amran Sudah Sangat Hitam. Juga Wamentan

Presiden Prabowo bersama Mentan Amran Sulaiman. Presien menyebut, kulit Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono, sudah sangat hitam. (doc/setneg)

JAKARTA – Presiden Prabowo untuk kedua kalinya menyebut Menteri Pertanian (Mentan) Amran sudah sangat hitam. Ini karena Amran terlalu sering berada di tengah sawah bersama para petani.

Prabowo pernah menyebut Mentan Amran sudah berganti warna kulit dari terang menjadi hitam. Hal ini dia utarakan kembali saat memimpin Sidang Paripurna Kabinet di Jakarta, Senin (5/5/2025). Perubahan serupa juga dia sebut sudah terjadi pada diri Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.

“Duanya, Menteri dan Wakil Menteri, udah item sekali. Berarti ini Menteri dan Wakil Menteri bener-bener bekerja. Kalau engga item saya malah curiga,” kata Presiden yang membuat Menteri Amran tertawa.

Selain jadi hitam, Presiden juga mengeluh karena sulit sekali memanggil Mentan Amran untuk menghadap ke Istana. Keduanya terlalu sering untuk melakukan peninjauan ke berbagai daerah di tanah air.

“Untung aja Menteri Pertanian ada di Jakarta hari ini, biasanya saya cari nga ada. Di mana? di Kalimantan Barat, di Jambi,” katanya.

Presiden mengaku bangga dengan prestasi di bidang pangan dengan melihat stok beras yang sangat melimpah. Bahkan, negara tetangga sudah berpikir mencari pasar baru karena Indonesia sudah tidak perlu lagi impor beras. Ini juga menunjukkan kalau tim pangan, seperti Menteri Pertanian dan Menko yang mebidanginya, sudah bekerja luar biasa.

“Tim pangan, Menteri pertanian dan timnya dan Menko, semua fokus,” kata Prabowo.

“Jumlah tonase beras sebesar sekarang, ini suatu prestasi yang tidak datang begitu saja. Apalagi pertanian. Pertanian itu, kalau salah sedikit akibatnya buruk,” kata Presiden.

Dalam kesempatan terpisah, Mentan Amran yang disebut kulitnya kian jadi hitam menyebut stok beras sampai 30 April 2025 sudah mencapai 3,4 juta ton. Dia yakin pada pekan ke tiga Mei, bisa tembus pada 4 juta ton.

Sementara serapan beras oleh Bulog, selama April sudah mencapai 1 juta ton beras. Sedangkan serapan selama Januari hingga April rata-rata adalah 1,7 juta ton. (*)