JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tegaskan kembali posisi Indonesia sebagai negara nonblok. Dalam prinsip nonblok ini, Indonesia bisa sangat bebas aktif, dan mengedepankan hubungan damai dengan semua pihak. Prinsip ini sudah ada sejak Indonesia bersama Mesir dan Yugoslavia mendirikan Gerakan Nonblok.
Prabowo tegaskan kembali prinsip Indonesia sebagai negara nonblok, saat berbicara dalam Antalya Diplomacy Forum (ADF) Talk di Turky.
Menurut Prabowo, prinsip Indonesia sebagai negara nonblok bisa saja menjadi sangat netral. Namun tetap aktif mengambil langkah demi menjaga stabilitas kawasan.
“Rakyat kami tidak ingin dilibatkan dalam aliansi atau blok manapun, khususnya blok militer. Kami netral,” ujar Presiden seperti dilansir dari setneg.go.id.
Menurutnya, prinsip dasar negara nonblok juga menjadi filosofi pembentukan ASEAN yang melibatkan sejumlah negara di Asia Tenggara.
Dan di tiap negara ASEAN ini, katanya punya banyak perbedaan pandangan. Namun tiap kali ada masalah, selalu mengedapnkan dialog.
“Kita memiliki perbedaan, tapi kita cenderung menggunakan diplomasi. Kita cenderung bicara, bicara, dan bicara. Dan terkadang bicara itu membosankan, tapi lebih baik bicara daripada bertikai,” tutur Presiden.
Presiden Prabowo pun tegaskan lagi posisi Indonesia sebagai negara nonblok dan menjadikan Indonesia sebagai mediator dalam hubungan internasional. Ia menyampaikan pentingnya menjaga hubungan baik dengan seluruh kekuatan global demi menciptakan stabilitas. Juga untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.
Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke sejumlah negara dan sudah berangkat sejak 9 April 2025 dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Sebelum ke Turky, Prabowo sempat singgah di UAE dan menemui Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Prabowo juga akan singgah ke Mesir, Qatar, dan Yordania. (*)






