News  

Presiden Prabowo Setujui Normalisasi Sungai Skala Besar di Sumatera

Presiden Prabowo saat memimpin rapat di Aceh Tamiang. Dia menyetujui usulan normalisasi sungai yang ada di Sumatera. (doc/setneg)

ACEH – Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait normalisasi sungai di Sumatera dalam skala besar. Tujuannya guna mengatasi pendangkalan sungai di sana.

Presiden menyatakan, usulan ini sejalan dengan aspirasi para gubernur yang sebelumnya juga mengajukan langkah serupa. Karena itu, pemerintah segera menindaklanjuti program normalisasi sungai di sejumlah daerah termasuk di Sumatera.

“Saya kira itu usul yang baik. Itu juga yang diusulkan gubernur kepada saya, dan saya sudah setuju,” kata Prabowo saat meninjau pembangunan hunian oleh Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang.

Presiden menginstruksikan Menteri Pertahanan bersama TNI untuk segera berkoordinasi dengan para gubernur. Juga melibatkan para ahli teknik dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek. Normalisasi sungai merupakan pekerjaan rekayasa teknik berskala besar yang memerlukan perencanaan matang.

“Silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi dengan gubernur-gubernur. Cari dan bicara dengan ahli-ahli engineering, baik dari Kementerian PU, fakultas teknik, maupun bila perlu perusahaan-perusahaan besar dunia yang memiliki kemampuan engineering work,” ujar Presiden.

Presiden juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta dalam proses normalisasi ata pengerukan sungai di Sumatera. Karena dari lumpur hasil pengerukan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Seperti pengembangan lahan pertanian dan kebutuhan lainnya.

“Gubernur melaporkan kepada saya bahwa ada pihak swasta yang tertarik memanfaatkan lumpurnya. Jadi tidak hanya untuk sungai, tapi juga untuk sawah dan sebagainya. Ini saya kira sangat bagus,” ungkapnya.

Presiden menambahkan, normalisasi dan pembersihan sungai di Sumatera hingga muara untuk mengoptimalkan fungsi sungai sebagai sarana pengendalian bencana. Terlebih menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Pembersihan dan pembukaan sungai ini penting agar akses sungai kembali bermanfaat dan sekaligus kita siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem,” tegas Presiden. (*)