Sport  

Punggawa Timnas U-20 Masuk Daftar FIFA yang Wajib Dapat Perhatian

Situ fifa.com memasukan pungggawa Timnas U-20, Dony Tri Pamungkas, sebagai pemain yang harus diperhatikan di ajang Piala Asia U-20. (doc/instagram)

JAKARTA – Laman fifa.com di artikelnya, memasukan punggawa Timnas U-20 dalam daftar pemain yang wajib dapat perhatian lebih. Pemain ini sejajar dengan talenta muda lainnya, yang akan berlaga di ajang Piala Asia U-20 di China, dari 12 Februari hingga 30 Maret 2025.

Indonesia tergabung di Grup C bersama Yaman, Iran dan Usbekiztan. Laga perdana Timnas U-20 adalah melawan Iran.

Jelang laga perdana, Timnas U-20 dapat tambahan suport baru dari FIFA. Yakni dengan masuknya punggawa Timnas U-20, Dony Tri Pamungkas masuk jajaran pemain yang harus dapat perhatian.

Di artikel tersebut, FIFA menyebut ada 6 pemain muda benua Asia yang sudah mulai menarik perhatian.

“Banyak talenta cemerlang pastinya siap untuk unjuk gigi di Piala Asia AFC U-20 yang akan berlangsung di Tiongkok mulai 12 Februari hingga 1 Maret mendatang,” tulis fifa.com.

“Namun FIFA menyoroti setidaknya ada enam pemuda dari benua tersebut yang sudah mulai menarik perhatian dan menjadi andalan tim mereka yang tidak hanya bertekad meraih kejayaan di tingkat regional tetapi juga mendapatkan tempat di Piala Dunia U-20 FIFA 2025 di Cile,” katanya.

FIFA menyebut, punggawa Timnas U-20 yang baru berumur 16 tahun, sudah melakukan debut di Liga 1. Dia tipikal bek kiri yang cerdas, sama baik dalam bertahan dan membantu serangan.

“Dony mencuat ke kancah sepak bola Indonesia saat berusia 16 tahun, menjadi pemain termuda dalam sejarah Liga 1 ketika debut bersama Persija Jakarta. Bek sayap kiri yang cerdas dan tenang memiliki kemampuan untuk bertahan sekaligus membantu serangan dengan sama baiknya. Sebagai kapten tim yang juga punya jam terbang bersama tim nasional senior, Piala Asia AFC U-20 tahun ini menjadi ajang yang tepat bagi dirinya untuk unjuk gigi,” katanya.

Selain Dony, ada 5 nama pemain lainnya yang masuk daftar. Mereka adalah Panagiotis Kikianis dari Australia, Yotaro Nakajima (Jepang), Yun Do-young (Korea Selatan), Lazizbek Mirzaev (Uzbekistan) dan Ibrahim Sabra (Yordania). (*)