CISARUA – Ratusan siswa keracunan MBG terjadi di SMPN 1 Cisarua, Bandung Barat, Selasa (14/10/2025). Kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan, Setia Wiguna M, memaparkan proses produksi MBG yang mereka salurkan ke sekolah-sekolah, termasuk ke lokasi kejadian.
Setia menuturkan, dapur MBG beroperasi sejak pukul 23.00 untuk memastikan distribusi dini hari. “Kami memasak jam 11 malam supaya makanan sampai sekolah jam 3 subuh. Setelah pengemasan pukul 4, kami menunggu sejam untuk pendinginan,” ujarnya di Posko SMPN 1 Cisarua.
Ratusan Siswa Keracunan MBG memakan makanan yang dapur MBG produksi dari ribuan porsi setiap hari. Setia menyebut, pada hari kejadian dapur SPPG Panyandaan menyiapkan 3.649 porsi. Dapur MBG mengandalkan beberapa pemasok untuk mendukung operasionalnya.
Evaluasi Dapur dan Bahan Baku MBG
Ia menjelaskan, pihaknya menggandeng tiga pemasok untuk menyediakan beras, telur, dan daging ayam. Mengenai dugaan daging ayam yang bau, Setia menegaskan pihaknya memeriksa kondisi daging saat diterima dan memastikan bahan baku siap diolah. “Saat barang datang, daging segar dan bersih. Saya mengecek tengah malam, dan pengolahan langsung dibersihkan,” katanya.
Setia menambahkan, dapur MBG beroperasi sejak 24 Februari 2024, hampir delapan bulan, namun belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pihaknya menjadwalkan pelatihan sertifikasi pada 21 Oktober mendatang.
Menu hari kejadian terdiri dari nasi putih, ayam black pepper, tahu goreng, tumis brokoli, dan buah melon. Akibatnya, 132 siswa SMPN 1 Cisarua mengalami ratusan siswa keracunan MBG, dengan keluhan mual, pusing, dan bau ayam.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menanggapi kasus ini. Ia menyebut insiden di Cisarua merupakan yang kedua kalinya di wilayah Bandung Barat. Ratusan siswa keracunan MBG sebelumnya terjadi di Kecamatan Cipongkor dengan lebih dari seribu korban.
Meski korban mencapai ratusan, Jeje menegaskan pihaknya belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). “Kami fokus menangani pasien terlebih dahulu. Dia mengatakan di Posko SMPN 1 Cisarua bahwa Pemda Bandung Barat memulihkan kondisi di Cisarua lebih cepat dibanding Cipongkor, sehingga belum menetapkan status KLB.
Terkait dapur penyedia MBG, Bupati Bandung Barat menyatakan belum meninjau lokasi secara langsung. “Saya ingin memeriksa dapurnya agar tahu kondisi sebenarnya. Sementara itu, ia menyatakan bahwa pihak berwenang kemungkinan menghentikan operasional dapur terlebih dahulu terkait Ratusan Siswa Keracunan MBG. (*)






