ACEH – RSUD Aceh Tamiang kembali berangsung normal dan bisa memberi layanana kesehatan bagi warga setempat. Ini setelah petugas gabungan dari berbagai unsur, membersihkan tumpukan lumpur yang masuk ke sana saat banjir. Kini, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dan hemodialisa (cuci darah) sudah beroperasi kembali.
Direktur Utama RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, menyatakan pihaknya memfokuskan pemulihan pada layanan-layanan yang paling mendesak.
“Fokusnya adalah membuka UGD, membuka layanan cuci darah, membuka instalasi farmasi. Mulai hari ini kami membuka pelayanan, meski secara terbatas,” ujar Andika.
Menurut Andika, rumah sakit tetap melayani warga yang datang sambil menunggu ruangan lain benar-benar siap menampung pasien. Pihaknya menyiapkan UGD melayani rawat inap terbatas. Saat ini, ada 20 tempat tidur setelah mendapatkan dukungan dari RSUP H Adam Malik Medan.
“Kami tetap mengupayakan pelayanan. Untuk operasional UGD, kami dibantu RS Adam Malik dan menyediakan 20 tempat tidur untuk rawat inap terbatas,” jelasnya.
Ia menyampaikan sejumlah fasilitas pendukung telah siap usai petugas membersihkannya. Kini, fasilitas lain juga tengah dalam proses pembersihan.
“Farmasi sudah bersih dan sedang finishing. Lumpur di ruang cuci darah lumpurnya sudah dikeluarkan, tinggal disikat dan dipel,” tambah Andika.
Tahapan berikutnya yakni fokus pada pembersihan Poli Rawat Jalan, sebelum ICU, laboratorium, dan radiologi.
Dukungan pemulihan juga datang dari TNI AL Koarmada I Belawan. Kapten Laut (PM) Suherman mengatakan, RSUD Aceh Tamiang merupakan fasilitas vital yang harus segera pulih agar masyarakat terlayani. Tim TNI bersama petugas farmasi menyeleksi obat-obatan yang masih layak digunakan.
“Kami memilah obat mana yang masih bisa layak dan mana yang tidak,” ujarnya.
Sejak sepekan pascabanjir, ratusan personel TNI membersihkan lingkungan rumah sakit. Akses ke RSUD Aceh Tamiang sebelumnya tertutup kendaraan yang terbawa arus banjir. Petugas harus memindahkannya secara manual.
Sebelumnya, RSUD Aceh Tamiang sempat tertutup lumpur setebal 40 sentimeter yang mengeras dan hampir seluruh peralatan medis rusak akibat terjangan banjir. (*)






