CILACAP – RSUD Majenang kini memberikan layanan antar jemput bagi pasien cuci darah. Kebijakan ini diambil agar memudahkan masyarakat kurang mampu untuk tetap bisa cuci darah.
Pasien cuci darah, sesuai dengan namanya harus rutin menjalani terapi di rumah sakit. Hingga otomatis mereka akan rutin ke rumah sakit dengan jadwal tertentu. Untuk memudahkannya, RSUD Majenang membuat kebijakan dengan menyediakan armada untuk antar jemput pasien gagal ginjal ini.
Direktur RSUD Majenang, dr Reza Prima Muharama mengatakan, launching armada antara jemput ini untuk memudahkan pasien gagal ginjal ini. Terutama bagi mereka yang berada jauh dari rumah sakit.
“Alhamdulillah hari ini kita launching bersama Ibu Penjabat Bupati (Pj),” katanya, Jumat (26/5/2023).
Dia mengatakan, mobil antar jemput pasien cuci darah ini hanya salah satu dari kebijakan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan. Karena RSUD Majenang terus bertekad untuk memberikan pelayanan dan terus mendekatkan diri kepada masyarakat.
“Termasuk konsep hospital without wall atau rumah sakit tanpa sekat,” katanya.
Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, mobil antar jemput ini harus maksimal. Karena itu dia meminta agar warga mampu tidak perlu memakai armada ini. Meskipun mereka sama-sama pasien cuci darah.
“Yang sudah mampu ya berangkat sendiri. Tapi yang kurang mampu, silahkan dimanfaatkan agar memang ini jadi lebih maksimal,” katanya.
Dia menambahkan, akan melakukan evaluasi terhadap program tersebut secara berkala. Untuk tahap awal ini, rumah sakit harus fokus agar pasien bisa maksimal memanfaatkan armada tersebut.
“Ini kan program baru, tentu ada evaluasi. Nanti akan kita lihat utilitas atau kebermanfaatannya sejauh mana,” katanya.
Launching Mobil Sahabat Sehat ini bersamaan dengan HUT RSUD Majenang ke 25. Panitia menggelar jalan sehat untuk masyarakat umum dengan mengambil start dan finish di alun-alun Majenang. (*)






