CILACAP – Kondisi sawah yang selalu tergenang sepanjang musim, pasti membuat petani tidak bisa tanam padi sama sekali. Jika memaksa tanam, tanaman sangat rawan mati terkena genangan banjir.
Namun tidak dengan membuat puluhan petani di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang, Cilacap. Mereka pakai trik jitu agar bisa tetap tanam padi, bahkan bisa menikmati panen.
Lokasi sawah di tepi Sungai Cilanggir, selalu tergenang air sepanjang musim penghujan. Sementara saat kemarau, tanah sawah masih basah, usai tergenang lama.
Agar bisa tanam dan menikmati panen, petani setempat memundurkan musim tanam. Mereka akan menunggu sampai curah hujan berkurang atau menurun drastis. Dengan demikian, petani bisa menekan resiko tanaman busuk karena tergenang banjir.
Penyuluh Pertanian Wilayah Majenang, Asikin mengatakan, petani baru tanam pada Maret atau April.
“Biasanya Maret atau April. Nunggu curah hujan berkurang,” katanya.
Lalu saat musim kemarau, petani akan kembali turun ke sawah dan memulai MT 2. Namun mereka melakukannya pada Juli atau Agustus. Tentu ini sangat berbeda dari petani di daerah lain. Pada periode ini, petani di wilayah lain justru mengalami kesulitan air atau menanam palawija.
“Nah saat Juli atau Agustus mereka justru bisa tanam lagi karena sawah masih ada air setelah lama tergenang,” kata dia.
“Ini yang sering membuat para petani bisa panen sekaligus menikmati harga tinggi. Karena daerah lain sudah selesai panen atau panen palawija,” terangnya.
Petani setempat mengaku sudah mencoba banyak cara agar bisa tetap panen. Mereka pernah melakukan uji coba varietas padi tahan banjir. Namun hasilnya belum maksimal. Lalu petani kembali mencoba cara lama, yakni memundurkan masa tanam.
“Cara ini lebih bagus karena sawah selalu tergenang sepanjang musim penghujan. Begitu musim kemarau, petani baru bisa maksimal tanam padi,” kata Yunus Kamdi, salah satu petani setempat. (*)






