CILACAP – Jumlah siswa yang hanya 26 anak, SD 03 Sadahayu Kecamatan Majenang menjadi SD termini di Cilacap. Karena di tempat lain kondisinya lebih baik dengan melihat jumlah siswa.
Saat ini, siswa SD 03 Sadahayu hanya ada 26 anak. Mereka terdiri dari 4 anak di kelas 2, 11 anak di kelas 4 dan 6. Sementara kelas 1, 3 dan 5 tidak ada siswa sama sekali. Ini artinya, tahun 2022 tidak ada siswa baru yang mendaftar.
Achlis, staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap mengakui, SD 03 minim siswa hingga menjadi termini di Cilacap.
“Kalau dari jumlah siswa, iya memang paling mini,” kata dia, Rabu (24/8/2022).
Dia mengatakan, kondisi seperti ini tidak ada di wilayah lain di Kabupaten Cilacap. Terutama dari jumlah siswa yang hanya ada 26 anak dan duduk di 3 kelas saja. Dia mengakui, sejumlah sekolah di Kabupaten Cilacap berada di wilayah 3 T. Yakni terluar, terpencil dan terisolir.
“Ini berada di perbatasan dengan (Kabupaten) Kuningan,” kata dia.
Dia menambahkan, adanya faktor pembeda SD 03 Sadahayu dengan sekolah lain di Cilacap. Pertama adalah lokasinya yang jauh dari pusat pemerintah desa. SD yang ada di Dusun Timbang ini terpisah dari pusat desa oleh perbukitan dan hutan pinus.
Faktor kedua adalah kondisi jalan yang ekstrim karena berada di perbukitan. Rute menuju SD ini penuh dengan tanjakan, turunan dan tikungan tajam hingga kerap menyulitkan warga.
“Kalau melihat sekolah yang ada di Cilacap, itu engga (ada yang lain). Karena di sini berbeda. Pertama karena jauh, kedua jalan ekstrim,” terangnya.
Sekretaris Desa Sadahayu, Siti Haniah mengatakan, jumlah warga Dusun Timbang memang sangat kecil. Dia menghitung hanya ada sekitar 130 keluarga. Keterbatasan jumlah penduduk ini membuat SD 03 Sadahayu Kecamatan Majenang, menjadi SD termini di Cilacap
“Sekitar 130 keluarga,” katanya. (*)






