religi  

Sebelum Ajal Menjemput: Sudahkah Kita Menyiapkan Bekal Akhirat

ilustrasi

JAKARTA – Manusia sering menunda amal baik karena merasa masih memiliki waktu panjang. Padahal, Allah tidak pernah memberitahu kapan ajal tiba. Karena itu, kita harus segera menyiapkan bekal dengan amal saleh sebelum datang penyesalan yang tiada guna.

Allah memerintahkan kita agar hidup penuh makna dengan terus menyiapkan bekal akhirat setiap hari. Tidak ada jaminan umur panjang, dan kita tidak bisa menawar ajal. Maka, isi waktu kita dengan kebaikan yang akan menolong di hari penghisaban.

Setiap muslim wajib menyiapkan bekal akhirat dengan memperbaiki ibadah dan akhlak. Rasulullah ﷺ menunjukkan teladan dalam bersabar, beribadah, dan berdakwah hingga akhir hayat. Kita bisa mengikuti jejak beliau agar hidup ini benar-benar terarah dan berpahala.

Jangan menunggu tua untuk menyiapkan bekal, karena kematian bisa datang saat kita muda, sehat, atau bahkan saat tertawa bahagia. Orang bijak akan mempergunakan waktunya untuk beramal, bukan menunda-nunda dalam kelalaian.

Kita bisa menyiapkan bekal dengan memperbaiki niat dalam pekerjaan sehari-hari. Petani, guru, pedagang, atau pelajar semua bisa menjadikan aktivitasnya sebagai amal jika diniatkan karena Allah. Kebaikan sekecil apa pun akan bernilai besar di sisi-Nya.

Para ulama salaf menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam menyiapkan bekal. Mereka mengisi hari-harinya dengan ibadah, menuntut ilmu, dan berdakwah. Mereka sadar bahwa dunia hanya tempat singgah, bukan tempat tinggal selamanya.

Kita harus menjaga hati dan lisan agar tetap lurus saat menyiapkan bekal akhirat. Jangan biarkan amalan rusak oleh riya, dengki, atau kedurhakaan. Hati yang bersih dan niat yang ikhlas akan membuat amal kecil bernilai besar di sisi Allah.

Semoga kita termasuk orang yang sadar dan segera menyiapkan bekal akhirat. Mari manfaatkan sisa umur untuk memperbanyak amal, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama, serta meninggalkan maksiat yang merugikan jiwa. (*)