JAKARTA – Zendo, layanan ojek online milik Muhammadiyah, menetapkan potongan tidak akan memberatkan bagi para driver yang menjadi mitranya. Ini karena Zendo menerapkan skema bagi hasil antara perusahaan dengan mitranya.
CEO sekaligus pendiri Zendo, Lutfi Azizah, menjelaskan bahwa skema bagi hasil ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan mitra drivernya.
“Kami mementingkan kepentingan semua pihak. Untuk driver, kami hanya memotong 20 persen dari biaya ongkos kirim,” ujar Lutfi.
Lutfi menegaskan, skema bagi hasil ini menciptakan keseimbangan antara keuntungan Zendo dan pendapatan driver. Dengan sistem ini, Zendo berharap mitra drivernya dapat bekerja dengan lebih nyaman dan mendapatkan penghasilan yang layak.
Zendo mengedepankan prinsip selektivitas dalam hal perekrutan. Lutfi menyebut pihaknya tidak agresif merekrut driver secara besar-besaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara jumlah driver dan permintaan order, sehingga semua mitra driver mendapatkan peluang yang adil.
“Kami ingin menjaga keseimbangan dan memastikan setiap mitra tumbuh bersama Zendo,” kata dia.
Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Ghufron Mustaqim, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, Zendo mempertimbangkan aspek kepribadian calon driver sebelum menjadikannya mitra.
“Rekrutmen kita lakukan satu per satu. Kami ingin setiap driver mendapatkan orderan yang layak setiap hari, sehingga penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan,” terang Ghufron.
Dengan pendekatan selektif dan skema potongan yang rendah, Zendo berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan para driver. Langkah ini sekaligus menjadi pembeda Zendo dari platform transportasi online lainnya yang kerap merekrut pengemudi dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan keseimbangan order.
Melalui strategi ini, Zendo bisa menciptakan ekosistem bisnis yang mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan seluruh driver. (*)






