Sekolah Hanya 1 Semester Bikin Ujian Terasa Beda

  • Bagikan
Siswa kelas IX SMP atau yang masuk pada tahun ajaran 2019-2020, merasakan perbedaan besar antara PTM dengan belajar online. Mereka sempat merasakan PTM meski hanya satu semester. (doc)

CILACAP – Bagi siswa yang masuk SMP atau SMA pada tahun ajaran 2020-2021, minim pengalaman belajar di dalam ruang. Suasana kelas, guru “killer”, dan ulangan dadakan dari guru tidak ada dalam pikiran mereka. Demikian juga dengan keceriaan saat jam istirahat atau mendapatkan pengalaman pulang lebih awal.

Namun bagi mereka yang masuk pada tahun ajaran 2019-2020, dipastikan pernah mengalaminya meski hanya satu semester. Tepatnya semester pertama. Mereka masih sempat merasakan duduk menghadap guru dan bercanda dengan teman satu kelas.

Dan saat kebijakan pembelajaran secara online melalui internet diterapkan, mereka mengalami “shock” atau terkejut. Penyebabnya mereka sudah terbiasa berangkat pagi dan pulang siang tiap Senin sampai Jumat. Atau suasana belajar di dalam kelas bersama teman dan penjelasan langsung dari guru.

Dan saat mengikuti Penilian Tengah Semester (PTS) tahun ajaran 2021-2022, siswa masih merasakan perbedaan drastis. Apalagi jika dibandingkan PTS pada semester pertama tahun ajaran 2019-2020.

“Rasanya beda sekali. Meski kemarin sempet ada simulasi PTM (Pembelajaran Tatap Muka),” ujar Syela Mulya, siswa kelas IX SMP N 2 Majenang.

Menurutnya, dirinya kembali merasakan sensasi belajar ketika semester awal 2 tahun lalu. Sensasi ini didapat ketika mengikuti simulasi PTM jelang tes tengah semester. Dia bisa menikmati belajar dengan bimbingan langsung dari guru, ada teman untuk berdiskusi maupun bercanda saat keluar kelas. Disamping itu, dia bisa lebih menyerap informasi dan pelajaran yang disampaikan oleh guru kelas.

“Beda jauh dengan (belajar) online. Lebih bisa mencerna penjelasan guru. Jadi kaya semester pertama dulu,” ujar penuh ceria.

Kepala SMP N 2 Majenang, Suwarno mengatakan PTS digelar mulai Senin (6/9/2021) dan akan berlangsung selama 11 hari. Siswa masuk secara bergantian dengan memperhitungkan kapasitas ruangan. Sesuai aturan selama PPKM, tiap kelas hanya boleh diisi 1/3 dari jumlah siswa. Atau tiap ruang hanya ada 10 atau 11 anak saja.

“Siswa masuk gantian. Ada 3 sesi ujian tiap hari,” tegasnya. (*)

  • Bagikan