News  

Sekolah Korban Perundungan Siap Beri Pendampingan

Inilah lokasi tempat pelaku penganiaan dan perundungan yang videonya viral di media sosial. Sekolah tempat korban perundungan selama ini belajar, siap memberikan pendampingan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Sekolah tempat korban perundungan selama ini belajar, memastikan untuk beri pendampingan. Langkah ini untuk memastikan korban segera bisa pulih dari luka fisik. Termasuk jika korban mengalami trauma akibat aksi penganiayaan yang dia alami.

Sebuah video tengah viral dan menggambarkan aksi siswa SMP di Cilacap yang tengah hajar teman. Aksi ini lebih mirip film laga karena pelaku memukul, menendang korban berulang kali.

Korban berinisial FF merupakan siswa salah satu SMP di Kecamatan Cimanggu. Usai video perundungan dan penganiayaan tersebut viral, keluarga lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cimanggu. Petugas pada Selasa malam langsung mengamankan pelaku agar terhindar dari amukan massa.

Selang beberapa jam kemudian, petugas kembali mengamankan 1 pelaku lainnya. Dia terindikasi merupakan anggota kelompok siswa bersama pelaku pertama yang berinisal ML.

Pihak sekolah tempat korban perundungan itu belajar, mengaku siap untuk beri pendampingan. Bahkan jika perlu, pendampingan ini sampai korban pulih secara fisik maupun psikis.

Humas sekolah tempat korban perundungan belajar, Toto Suwarto menyampaikan kesiapan pihak guru untuk memberikan pendampingan.

“Kita siap beri pendampingan sampai korban pulih dan bisa kembali bersekolah,” ujarnya, Rabu (27/9/2023).

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, Sadmoko Danardono memastikan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke penyidik.

“Masalah penanganan hukum, kita serahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian,” katanya singkat.

Sebelumnya, Kapolresta Cilacap Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto memastikan penyidik sudah menetapkan 2 orang sebagai pelaku. Petugas juga meminta 3 orang lainnya sebagai saksi.

Sampai Rabu siang, petugas penyidik masih melengkapi berkas dan meminta keterangan dari sejumlah warga. Termasuk keluarga korban yang pertama kali mengajukan laporan pada Selasa (26/9/2023) ke Polsek Cimanggu. (*)