ACEH – Presiden Prabowo Subianto menyindir sejumlah bupati di Sumatera yang menyerah untuk atasi bencana yang terjadi di daerah mereka. Hal ini dia sampaikan saat mengunjungi wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Minggu (7/12/2025).
Prabowo memulai arahannya dengan mengatakan, setiap pemimpin terpilih untuk menyelesaikan persoalan warga. Mulai dari hal kecil, sampai masalah paling pelik. Termasuk bencana alam yang kini melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Menurutnya, para pemimpin di pusat maupun daerah harus menunjukkan ketangguhan. Terutama ketika menghadapi bencana yang datang. Dan masa jabatan yang baru tersebut, tidak bisa menjadi alasan bupati untuk kemudian menyerah untuk atasi bencana.
“Ini musibah, tantangan yang kita hadapi. Ini pimpinan baru satu tahun, presiden baru satu tahun, gubernur satu tahun, bupati satu tahun. Tapi kita dipilih untuk mengatasi kesulitan,” ujar saat berada di Bireuen.
Presiden Prabowo menambahkan, pemerintah pusat bekerja cepat untuk proses pemulihan infrastruktur dan penanganan warga terdampak. Ia juga telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah selalu berkoordinasi. Tujuannya agar pemulihan berjalan efektif dan cepat.
Sementara itu, Data BNPB menunjukkan besarnya kerusakan akibat bencana. Di Aceh, tercatat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang merusak 35 ruas jalan nasional serta 14 jembatan.
Sementara itu, Sumatera Utara melaporkan 144 titik longsor dan 20 titik banjir yang berdampak pada 25 ruas jalan nasional dan empat jembatan.
Kepala BPNPB Suharyanto menyebut, butuh anggaran Rp 51,8 T untuk pemulihan 3 provinsi yang terkena bencan banjir longsor.
“Total Rp 51,8 Trilyun untuk pemulihan pasca bencana. Tapi ini data sementara dan masih bisa berkembang,” tegasnya. (*)






