Siswa Pinggiran Pilih Sekolah Swasta di Pusat Kota. Ko Bisa?

  • Bagikan
Wali murid berfikir untuk memilih sekolah swasta dan harus dicantumkan dalam PPDB online hingga memilih sekolah swasta di pusat kota Cilacap meski dirinya tinggal di pinggiran. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Tiap penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), selalu muncul cerita berbeda. Jika pada awal penerapan zonasi muncul keluh kesah calon siswa tidak bisa masuk sekolah pilihan hanya karena jarak. Hingga kemudian ada beberapa sekolah negeri yang justru kekurangan siswa.

Dan PPDB 2021, muncul cerita berbeda setelah ada aturan baru yakni kewajiban siswa mencantumkan sekolah pilihan. Dalam aturan ini, siswa diberi sekolah pilihan pertama, kedua dan ketiga. Pilihan 2 dan 3 salah satunya harus sekolah swasta.

Sebagai contoh, jarak antara Kecamatan Majenang dengan pusat kota Cilacap kurang lebih 70 KM. Jarak ini harus ditempuh selama kurang lebih 2 jam dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi.

Namun yang terjadi kemudian, siswa dari wilayah pinggiran justru mencantumkan sekolah swasta di pusat kota Cilacap. Jika ditelaah, pilihan ini sepertinya mustahil karena jarak antara daerah pinggiran dengan pusat kota harus tetap diperhitungkan. Selain itu, di daerah pinggiran juga banyak sekolah swasta yang bisa dipilih.

“Ya, milih sekolah (swasta) di (pusat kota) Cilacap. Tapi pilihan ketiga,” ujar Parjo, salah satu warga Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap, Selasa (22/6/2021).

Menurutnya, dia menuruti penjelasan dari petugas pendaftaran di salah satu SMP negeri di Majenang. Tanpa mencantumkan sekolah swasta di pilihan kedua atau ketiga, maka proses pendaftaran tidak dapat dilanjutkan.

“Katanya sudah sistimnya seperti itu,” kata dia.

Terkait hal ini, Ketua Komda SMP wilayah Majenang, Suwarno memberikan penjelasan. Menurutnya, PPDB SMP negeri mayoritas menerapkan sistim online. Dalam sistim ini, seluruh persyaratan harus dipenuhi. Termasuk mencantumkan sekolah swasta dalam pilihan kedua atau ketiga.

Sayangnya, tidak ada satupun sekolah swasta di wilayah barat Kabupaten Cilacap yang menggelar PPDB online. Alhasil, panitia kemudian mencari sekolah swasta terdekat yang membuka pendaftaran melalui situs di cilacap.siap-ppdb.com.

“Akhirnya siswa mencantumkan sekolah swasta yang ada di (pusat kota) Cilacap, atau Jeruklegi,” katanya.

Dia menambahkan, jika wali murid atau calon siswa tidak mencantumkan nama sekolah swasta, maka proses pendafataran tidak bisa dilanjutkan. Karena hal ini sudah masuk dalam sistim di situs tersebut.

“Sistim yang menolak. Bukan panitia,” katanya.

Informasi yang dihimpun bercahayanews.com menyebutkan, persyaratan mencantumkan sekolah swasta baru muncul pada hari pertama PPDB yang dimulai Senin (21/6/2021). Hingga banyak warga atau sekolah swasta yang belum mengetahui hal ini.

Menurut Suwarno, kebijakan ini muncul untuk pemerataan karena calon siswa harus memilih sekolah swasta. Dan bagi sekolah swasta, mereka bisa mendapatkan data tentang calon siswa baru.

“Harapannya sekolah swasta juga diuntungkan,” tegasnya. (*)

  • Bagikan