CILACAP – Sosialisasi dan penjelasan kepada masyarakat akan 4 Pilar Kebangsaan, masih tetap penting dan relevan bagi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan tetap bisa memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.
Karena dalam 4 pilar ini, ada Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. Lalu ada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR dan NKRI sebagai Bentuk Negara. Terakhir adalah Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih SSos, dari Fraksi Golkar membeberkan hal tersebut saat sosialisasi 4 Pilar ke Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng VIII. Kegiatan bertema “Penguat Persatuan dalam Berbangsa dan Bernegara”, berlangsung di Gedung Serbaguna Cilacap Tengah, Sabtu (04/03/2023).
Menurut Teti, Sosialisasi 4 Pilar ini masih tetap penting bagi masyarakat. Terutama dalam hal penguatan masyarakat dalam membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.
“Sosialisasi ini masih tetap penting,” katanya.
Menurutnya, pentingnya Sosialisasi 4 Pilar karena beberapa faktor. Salah satunya adalah Tantangan Kebangsaan berdasarkan TAP MPR Nomor VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Dalam TAP MRP itu, ada 2 tantangan kebangsaan. Yakni internal dan eksternal.
“Ada 2 sumber ancaman yakni internal dan eksternal,” kata Teti.
Dia menjelaskan, faktor internal dari minimnya keteladanan dalam sikap dan perilaku dari pemimpin dan tokoh bangsa. Dan terakhir adalah tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal. Sementara untuk yang eksternal ada globalisasi.
Ini membuat kehidupan semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam. Globalisasi ini juga masuk ke tanah air dan banyak hal yang bertentangan dengan nilai, tradisi dan semangat masyarakat.
“Persaingan antar bangsa kian tajam,” ujar Teti. (*)






