PADANG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno mengatakan, listrik di Sumatera masih mati. Terutama di banyak wilayah terdampak banjir dan longsor seperti di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga pemulihan jaringan listrik menjadi salah satu faktor paling krusial dalam tahap tanggap darurat saat ini.
“Perintah Bapak Presiden, seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk tahapan tanggap darurat guna meringankan beban masyarakat,” kata Pratikno.
Ia menjelaskan, sejak awal bencana Kepala BNPB sudah berada di Sumatra bersama jajarannya. Sejumlah menteri juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan percepatan penanganan. Mulai dari Menteri Kesehatan hingga Menteri Kehutanan dan pimpinan TNI-Polri.
Menurut Pratikno, kondisi listrik Sumatera masih mati membuat banyak wilayah belum bisa pulih. Ketiadaan pasokan listrik di Sumatera berdampak pada akses komunikasi, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta operasional pompa air bersih.
Ia menilai percepatan perbaikan jaringan listrik di Sumatera harus berjalan beriringan dengan penyediaan BBM, pembukaan akses darat dan distribusi bantuan.
“Karena itu, bantuan tidak hanya melalui jalur darat, tetapi juga udara dan laut,” ujarnya.
Pratikno mengatakan dirinya bersama Kepala BNPB telah meninjau Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga. Tiga daerah di Sumatera Utara yang hingga kini masih mengalami gangguan listrik terparah.
Ia menyebut TNI dan Polri tetap bekerja berdampingan di posko-posko untuk membantu pemerintah daerah mengatasi kondisi darurat, termasuk mengupayakan percepatan pemulihan listrik di wilayah terdampak.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolri dan Panglima TNI yang sudah bekerja keras membantu pemda menghadapi bencana ini. Fokus kita saat ini adalah tanggap darurat,” tegasnya. (*)






