JAKARTA – Kebutuhan dasar berupa gas untuk masyarakat, stok dan pasokannya sangat cukup selama puasa dan lebaran 2025. Hingga masyarakat tidak perlu panik, atau melakukan aksi borong.
Gas melon sempat menjadi barang langka di tanah air pada awal 2025. Ini sejalan dengan kebijakan Kementerian ESDM yang memangkas jalur distribusi hanya sampai pangkalan saja. Sementara pengecer, sudah tidak punya hak ikut menjual gas melon.
Kasus ini kemudian berakhir setelah kementerian mencabut larangan tersebut. Dan pasokan gas melon kembali lancar.
Namun demikian, puasa hingga lebaran selalu sangat identik dengan peningkatan kebutuhan barang. Mulai dari bahan pangan, pakaian hingga bbm dan gas. Hingga kerap terjadi kelangkaan justru saat hari terakhir puasa, atau awal lebaran.
Direktur Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri memberikan jaminan. Pertamina pastikan stok gas melon sangat cukup selama puasa sampai lebaran.
“Kita juga sedang menjalani ibadah puasa ramadan, dan persiapan menyambut Idul Fitri,” katanya.
“Pertamina memiliki tugas dan tanggung jawab utnuk memastikan ketersediaan energi yang mencukupi untuk semua masyarakat Indonesia,” kata dia.
Dengan stok dan ketersediaan gas melon ini, dia berharap aktifitas warga selama puasa sampai lebaran bisa berjalan normal. Terlebih saat arus mudik, yang selalu jadi momen meningkatnya permintaan akan gas, energi dan bahan kebutuhan pokok lainnya.
“Untuk itu, kami terus berkomitmen untuk dapat menjalankan operasional dengan sebaik-baiknya agar supaya momen Idul Fitri dapat berlangsung dengan baik,” tegasnya. (*)






