News  

Tanah Bergerak Jatiluhur Tambah Parah

Petugas BPBD Cilacap bersama unsur terkait saat melihat Dusun Jatimulya Desa Padangjaya Kecamatan Majenang yang terdampak tanah bergerak, Kamis (16/2/2023). Bencana tanah bergerak di desa ini tambah parah dan bertambah luas. (doc)

CILACAP – Bencana tanah bergerak di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap tambah parah. Rumah rusak tidak hanya di Dusun Jatiluhur, namun sudah merembet ke Dusun Jatimulya yang ada di sisi barat.

Tanah di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap kembali bergerak. Akibatnya, 9 rumah mengalami kerusakan akibat tanah bergerak, Kamis (9/2/2023).

Perisitwa tanah bergerak di Dusun Jatiluhur menjadi yang kedua. Bencana alam ini pertama kali terjadi pada 2017 dan mengakibatkan 25 keluarga harus pindah atau relokasi ke tempat aman. Proses relokasi ini memakan waktu cukup lama hingga akhirnya warga memiliki rumah baru.

Dan pada Rabu (15/2/2023) sore, hujan deras membuat tanah di Dusun Jatimulya tanah bergerak. Setidaknya ada 3 rumah warga retak-retak akibat pergerakan tanah tersebut. Selain itu, mushola dan 1 gedung PAUD juga terdampak.

Kepala Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya, Tarsono mengatakan, tanah bergerak di sana memang tambah parah dan kian meluas. Yakni dengan merembet ke Dusun Jatimulya yang ada di sebelah barat Jatiluhur.

“Sekarang tidak hanya (Dusun) Jatiluhur yang terdampak. Tapi Jatimulya juga kena,” ujarnya, Kamis (16/2/2023).

Dia mengatakan tanah bergerak yang tambah parah itu muncul karena hujan deras. Namun dia memperkirakan retakan sudah muncul beberapa hari sebelumnya.

“(Rabu) kemarin hujan deras yang kemudian membuat retakan bertambah parah,” katanya.

Dengan demikian, jumlah rumah rusak akibat tanah bergerak di Desa Padangjaya tambah kembali. Dari semula hanya 10 rumah di Dusun Jatiluhur saja, menjadi 13 rumah warga. Plus 2 fasilitas umum berupa mushola dan gedung PAUD.

Sejumlah petugas BPBD Cilacap sudah mendatangi lokasi tersebut bersama unsur terkait. Namun demikian belum ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait kejadian ini. (*)